Kompas.com - 29/06/2022, 10:10 WIB
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Sepatu high heels dianggap sebagai pelengkap penampilan yang dapat meningkatkan rasa percaya diri hingga membentuk postur tubuh yang menarik.

Dengan memakai high heels, tubuh perempuan akan lebih tegap, menaikkan otot betis dan pundak, sehingga memberikan ilusi pada bagian kaki tampak lebih jenjang.

Tak heran demi menunjang penampilan, kaum hawa cukup familiar dengan penggunaan alas kaki berhak tinggi ini.

Namun di balik penggunaannya, ada risiko yang perlu diwaspadai para perempuan ketika menggunakan high heels dalam jangka panjang, yaitu lordosis.

Baca juga: Lordosis: Pengertian, Penyebab, dan Gejala

Lordosis dapat dikatakan sebagai kelainan bentuk pada tulang belakang yang menyebabkan bagian bawahnya cenderung melengkung.

"High heels itu membuat bagian bokong lebih terangkat, sehingga tulang belakangnya menopang kelebihan beban."

"Itu membuat tulang belakang seperti di-squish ke posisi belakang, sehingga tulang belakangnya bengkok dan memicu cedera,"

Begitu kata Dr. Luthfi Gatam, Sp.OT (K) Spine - Spesialis Bedah Orthopedi & Traumatologi Eka Hospital BSD, di Jakarta, belum lama ini.

Sebenarnya, kata dokter Luthfi, tidak semua sepatu hak tinggi berisiko menyebabkan lordosis pada perempuan.

Sebab, jika hak-nya hanya setinggi 3 atau 4 cm saja itu dapat dikatakan normal, dan tulang belakang dikatakan masih sanggup menopang berat badan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.