Kompas.com - 05/08/2022, 15:05 WIB

1. Kumpulkan bukti

Orangtua perlu mengumpulkan bukti kapan, di mana, oleh siapa, saksi, dan perilaku yang diterima anak saat mengalami bullying.

Di sisi lain, catat juga pengakuan anak tentang perkataan yang dilontarkan guru ketika melakukan perundungan.

Baca juga: Ketahui Tanda Anak Jadi Korban Bullying dan Cara Mengatasinya

Tidak ada salahnya bagi orangtua untuk melaporkan kasus bullying yang menimpa anaknya ke pihak kepolisian.

Apalagi jika bullying yang diterima anak berupa perundungan fisik, di dunia maya, SARA, bahkan faktor difabel.

2. Dukung anak

Orangtua perlu berbicara dengan anak tentang sekolah dan apa yang terjadi. Dukungan bisa dilakukan dengan mendengarkan si buah hati.

Tanyakan juga kepada anak bagaimana mereka ingin situasi yang tidak mengenakannya ditangani.

Dalam hal ini, orangtua perlu memprioritaskan kondisi anaknya supaya pulih dari intimidasi.

Itu bisa dipermudah melalui konsultasi dengan konselor atau dokter anak untuk memeriksa tanda-tanda depresi, kecemasan, dan masalah tidur.

3. Bangun harga diri anak

Kekuatan dan kepercayaan diri anak bisa melemah setelah mengalami bullying.

Orangtua wajib mendorong mereka untuk melakukan kegiatan yang disukai, seperti hobi, agar bisa fokus pada hal lain di samping bullying.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.