Kompas.com - 18/09/2022, 13:29 WIB
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Setelah dilakukan secara daring selama beberapa tahun, pembelajaran tatap muka kembali dilaksanakan oleh pemerintah. Tentunya pelaksanaannya dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, seperti selalu memakai masker selama belajar, interaksi dibikin seminim mungkin, menjaga jarak, dan lainnya.

Dengan sikap waspada dan antisipasi penularan virus Covid-19, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang dipimpin oleh Nadiem Makarim, secara bersamaan meluncurkan kampanye berjudul “Kampanye Sekolah Sehat”.

Adapun, 3 faktor kesehatan yang dimaksud adalah mendapatkan gizi cukup, menjaga kebersihan diri dan fisik, serta melakukan imunisasi sebagaimana disarankan oleh pemerintah.

Program ini berhubungan dengan revitalisasi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), di mana pemerintah ingin mengoptimalkan dan memaksimalkan promosi kesehatan di satuan pendidikan.

Bukan hanya fasilitas secara fisik saja yang ditekankan, tetapi juga edukasi dan bimbingan terhadap anak-anak sejak dini supaya terjadi pembentukan karakter yang menerapkan pola hidup sehat nan bersih. Dari karakter, harapannya bisa berkembang menjadi sebuah budaya yang dimiliki oleh warga Indonesia.

Untuk menjangkau para pelajar yang terbentang di seluruh wilayah, Dr.rer.pol Vira Agustina, S.Hum.,M.Si, Analis Kebijakan Ahli Muda/Kapokja Kerjasama Dalam Negeri Biro Kerjasama dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kemendikbudristek, menjelaskan bahwa saat ini pemerintah melakukan kolaborasi pentahelix dengan perusahaan-perusahan besar agar dapat memaksimalkan jangkauan peserta untuk kampanye ini.

“Setiap mitra kami itu akan men-support “Kampanye Sekolah Sehat” dengan on-going project program merek. Jadi kemudian projek edukasi, kegiatan-kegiatan edukatif tersebut dapat mendukung dan menciptakan, bukan hanya lingkungan saja, tetapi juga menghadirkan mental, sikap, kebiasaan bersih dan sehat di satuan pendidikan,” ucap Vira.

Vira menekankan bahwa pemerintah membuka undangan bagi seluruh perusahaan atau publik nan ingin sama-sama berkolaborasi, tentunya dengan visi dan misi yang sejalan. Salah satu kerjasama yang baru dilaksanakan adalah dengan PT. Uni-charm Indonesia TBK.

Pada Kamis (15/9/22), Unicharm bersama Kemendikbudristek melakukan kampanye ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tanjung Barat 09, dengan judul “Ayo Kita Belajar Mengenali Pentingnya Memilah & Mengurangi Sampah di Sekitar Kita!” Program edukasi dilakukan dengan menayangkan multimedia interaktif seperti lewat animasi, kartun, boneka, dan pemandu nan ahli.

“Di Indonesia, masalah sampah itu kan sudah serius. Dari kami (Unicharm) juga sudah melakukan berbagai macam upaya untuk berkontribusi terhadap masalah sampah. Salah satunya pada tahun 2019-2020 kami melakukan bersih-bersih di sungai. Tetapi, poin utama sebelum kita bisa mengurangi sampah itu adalah dengan melakukan pemilahan sampah terlebih dulu,” cerita Heni Indrayati, Head of Corporate Planning Department PT. Uni-Charm Indonesia Tbk.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.