Medio by KG Media
Siniar KG Media

Saat ini, aktivitas mendengarkan siniar (podcast) menjadi aktivitas ke-4 terfavorit dengan dominasi pendengar usia 18-35 tahun. Topik spesifik serta kontrol waktu dan tempat di tangan pendengar, memungkinkan pendengar untuk melakukan beberapa aktivitas sekaligus, menjadi nilai tambah dibanding medium lain.

Medio yang merupakan jaringan KG Media, hadir memberikan nilai tambah bagi ranah edukasi melalui konten audio yang berkualitas, yang dapat didengarkan kapan pun dan di mana pun. Kami akan membahas lebih mendalam setiap episode dari channel siniar yang belum terbahas pada episode tersebut.

Info dan kolaborasi: podcast@kgmedia.id

Tips agar Anak Menghargai Makanan

Kompas.com - 22/11/2022, 11:55 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Oleh: Alifia Putri Yudanti dan Ristiana D. Putri

KOMPAS.com - Memberikan pelajaran seputar etika kepada anak harus dilakukan sejak dini oleh orangtua. Sebab, pembelajaran ini nantinya akan dibawa oleh mereka hingga dewasa nanti. Salah satunya adalah cara agar anak bisa menghargai makanan.

Pasalnya, mengutip Kompas.id, nilai sampah makanan di Indonesia mencapai Rp330 triliun per tahun. Sementara menurut kajian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), sampah makanan yang terbuang di Indonesia sejak tahun 2000–2019 mencapai 23–48 juta ton per tahun.

Melihat data tersebut, orangtua harus mengajarkan anak agar tak membuang makanan. Hal ini pula dilakukan oleh Ruru yang memperingati Bani saat enggan menghabiskan masakan Nono dalam audio drama siniar Dongeng Pilihan Orangtua bertajuk “Cerita Menghargai Makanan” yang dapat diakses melalui dik.si/DopingHargaiMakanan.

Pentingnya Konsumsi Gizi Seimbang

Mengajarkan anak menghargai makanan bukan berarti terus memberinya makanan favorit saja karena selain itu akan dibuang. Orangtua juga harus memberi anak makanan dengan kandungan gizi yang seimbang.

Pada usianya, anak memang rentan memilih makanan. Mereka kerap merengek jika menu masakan tidak disukainya, apalagi kalau mengandung sayur. Namun, orangtua tak boleh goyah terhadap situasi ini dan jangan memberi ego anak.

Baca juga: Pentingkah Edukasi Seks pada Remaja?

Melansir situs Mom, orangtua bisa mengajak anak membuat kreasi makanan yang mencampurkan sayuran atau buah-buahan di dalamnya. Jika anak masih enggan mengonsumsi keduanya secara langsung, orangtua bisa mengkombinasikannya.

Misalnya, dengan membuat nugget sayur atau pai buah. Jika perlu, buatkanlah juga jus buah yang berbeda setiap harinya. Biarkan anak memilih rasa buah kesukaannya.

Selain itu, jika ingin cemilan, orangtua bisa menggantikannya dengan buah-buahan daripada memberinya kue, keripik, atau makanan cepat saji. Namun, bukan berarti anak tak boleh mengonsumsinya sama sekali.

Orangtua harus memiliki prinsip yang tegas untuk membatasinya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.