Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Berkaca dari Ria Ricis, Rekomendasi Liburan Adventure Sesuai Usia Anak

Kompas.com - 05/01/2023, 15:55 WIB
Dinno Baskoro,
Sekar Langit Nariswari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Ria Ricis sempat dibanjiri kritikan netizen setelah mengunggah video singkat di Instagram saat bermain jetski.

Kritikan itu datang menyerbu lantaran anaknya, Moana yang masih berusia lima bulan diajak naik jetski tanpa menggunakan pelampung.

Banyak netizen yang merasa khawatir tentang keselamatan anaknya itu saat melakukan olahraga adventure di air.

Mengingat jetski adalah jenis olahraga yang cukup ekstrem, tak heran netizen merasa khawatir dengan keselamatan anaknya.

Belum lagi jetski bukanlah kendaraan yang bisa ditumpangi tiga orang sekaligus.

Ria Ricis mengaku kalau yang dilakukannya itu sudah dalam pengawasan, tetap saja ada risiko keselamatan yang mungkin bisa menerpa Moana, suami dan dia sendiri.

Baca juga: Ria Ricis Banjir Kritikan Usai Bawa Anak Naik Jetski Tanpa Pelampung 

Tips mengajak anak liburan adventure sesuai usia

Ilustrasi olahraga adventureMensjournal Ilustrasi olahraga adventure
Berkaca dari apa yang pengalaman Ria Ricis itu, tidak ada yang salah saat mengajak anak menjajal kegiatan adventure saat liburan.

Namun ada baiknya setiap orangtua memilih aktivitasnya berdasarkan usia si kecil.

Melansir Mensjournal, merencanakan kegiatan atau olahraga ekstrem bersama anggota keluarga memang memerlukan banyak pertimbangan.

Para orangtua harus mengingat soal kegiatan apa yang akan dijalani, faktor keamanan dan keselamatan hingga apakah anak kita sanggup melakukannya.

Sebab anak-anak di usia tertentu mungkin memiliki kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan atau petualangan yang akan mereka rasakan kelak.

Maka dari itu, simak beberapa tips mengajak anak berkegiatan adventure berdasarkan usia yang tepat.

1. Bayi hingga usia dua tahun

Salah satu keuntungan mengajak anak bepergian pada usia ini adalah orangtua tidak perlu membayar tiket atau kursi penumpang dengan harga penuh.

Tapi ingat, bayi di usia tersebut memiliki kebutuhan khusus yang mungkin tidak terduga dan bisa merepotkan orangtua. 

Entah itu kebutuhan makanan, minuman, keinginan buang air besar hingga perjalanan panjang berjam-jam bisa membuatnya merasa stres hingga rewel di perjalanan. 

Belum lagi, mereka juga tidak akan mengingat apapun dari pengalaman yang orangtua berikan lewat olahraga atau kegiatan adventure.

Aktivitas yang paling aman dilakukan untuk liburan bagi bayi hingga usia dua tahun adalah hiking jarak singkat atau bersepeda bersama.

Hiking juga perlu dipikirkan matang-matang soal medan yang terjal atau suhu terlalu dingin sebaiknya dihindari.

Lebih baik pilihlah rute yang sederhana dan tidak terlalu jauh agar orangtua juga tidak kerepotan saat menikmati suasana sekaligus merawat anak.

2. Anak usia 3-5 tahun

Pada usia ini, anak-anak biasanya mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan keterampilan motorik yang baik.

Menurut Dr. Adiaha Spinks-Franklin, dokter perkembangan anak dan perilaku di Rumah Sakit Anak, Texas, usia 3-5 tahun adalah waktu yang tepat untuk mengajak si kecil liburan.

Ilustrasi balita aktif. (iStock/monzenmachi)iStock/monzenmachi Ilustrasi balita aktif. (iStock/monzenmachi)
Anak-anak balita biasanya sudah dapat diajak berkomunikasi dengan baik, berjalan sendiri hingga mengungkapkan apa yang mereka inginkan.

Perjalanan pun akan terasa lebih mudah bagi orangtua saat mengajak anaknya berkegiatan untuk olahraga adventure.

Tapi tentu saja, faktor keamanan dan keselamatannya perlu menjadi perhatian utama.

Beberapa aktivitas seru yang direkomendasikan untuk dijalani bersama anak usia tersebut adalah berenang, mendaki, memanjat, snorkeling hingga bersepeda bersama.

Baca juga: Berpetualang di Alam Bisa Bikin Bahagia, ini Alasannya 

3. Anak usia 5-8 tahun

Fase usia ini adalah periode yang dapat membuat anak-anak merasa senang dan bersemangat saat diajak berpetualang.

Mereka cenderung dapat memahami semua aturan yang berlaku dan dapat menyadari bahwa momen ini bisa membuatnya teringat akan pengalaman.

Biarkan anak-anak bergerak aktif sesuai dengan keinginannya, namun tidak melupakan faktor kenyamanan, keamanan dan keselamatannya.

Sejumlah aktivitas air seperti mendaki, wisata alam, berlayar, bersepeda hingga naik gunung.

4. Anak usia 8-11 tahun

Anak-anak pada usia ini menyimpan begitu banyak rasa ingin tahu dan kabar baiknya, mereka sudah siap berpetualang.

Para orangtua juga akan lebih mudah saat mengajaknya, karena pada usia ini anak-anak sudah bisa mengungkapkan keinginan atau kebutuhannya.

Anak-anak di usia ini juga cenderung lebih mandiri, namun saat bepergian faktor keselamatan tetap menjadi prioritasnya.

Beberapa aktivitas yang cocok dilakukan bersama adalah rafting, flying fish, berkemah, bermain paddle board hingga jetski.

5. Anak usia 11-14 tahun

Berpetualang bersama anak yang usianya menginjak remaja bisa menjadi petualangan seru yang akan dikenang anak sampai mereka dewasa.

Anak mulai bisa membawa perlengkapannya sendiri dan mengikuti aturan atau instruksi dari orangtua atau orang dewasa lainnya.

Ini juga termasuk usia anak yang perlu mendapat pengalaman mengesankan dari alam semesta.

Aktivitas seru yang disarankan pun bisa lebih ekstrem namun dalam tingkat ringan hingga sedang.

Sepert pendakian, scuba diving, berlayar, menyusuri gua, safari night, berselancar, jetski atau olahraga lainnya.

Baca juga: Ria Ricis: Maaf Ya Moana, Parenting Ibu Tidak Sebagus yang Lain

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com