Jomblo Produktif dan Punya Harga Diri Tak Akan Mau Dijodoh-jodohkan - Kompas.com

Jomblo Produktif dan Punya Harga Diri Tak Akan Mau Dijodoh-jodohkan

Iwan Supriyatna
Kompas.com - 11/05/2017, 11:08 WIB
Shutterstock Ilustrasi

KOMPAS.com - Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur pemenang Pilkada DKI Jakarta 2017, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno merasa prihatin dengan nasib penduduk DKI yang belum memiliki pasangan alias jomblo. Mereka pun menyoroti masalah jomblo ini dengan rencana menerbitkan kartu Jakarta Jomblo.

Kartu Jakarta Jomblo merupakan program yang bertujuan untuk memastikan setiap penyandang jomblo dapat segera mendapat pasangan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta nantinya akan memfasilitasi kegiatan yang dipusatkan di ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) di tiap-tiap permukiman warga.

Rencana tersebut menuai pro dan kontra. Sejumlah orang muda yang diwawancara Kompas.com mengatakan tidak antusias dengan program tersebut.

"Fungsinya untuk apa gitu? Soalnya itu kan bakal diterbitin kartunya, butuh anggaran juga. KayaK buang-buang aja gitu uang APBD kalau cuma bikin Kartu Jakarta Jomblo," ujar Theresia (18) mahasiswi di salah satu kampus di Jakarta.

Ungkapan senada juga disampaikan Bella (22). Dia menilai program KJJ tidak logis dan tidak akan memberi banyak manfaat.

"Buat apa nyiptain kartu yang cuma enam bulan, mending ciptain kartu-kartu lainnya yang bermanfaat," ujar Bella.

Gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di rapat pleno penetapan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta terpilih 2017-2022 di kantor KPU DKI Jakarta, Jumat (5/5/2017).
Psikolog Ratih Ibrahim menganggap rencana penerbitan kartu tersebut tidak ada urgensinya dan hanya sekadar untuk menarik perhatian melalui suatu hal yang tidak biasa.

Ratih menilai ada banyak cara lain yang lebih efektif jika tujuannya untuk membantu para lajang.

"Kalau mau membantu para jomblo, fokusnya pada pembinaan menjadi baik, dalam arti produktif sebagai pribadi yang lebih oke, daya saing di dunia kerja jadi mandiri. Tapi kalau untuk perjodohan apa tujuannya?" kata Ratih ketika dihubungi Kompas.com (10/5/2017).

Bahkan, menurut Ratih, program tersebut tidak memiliki keseriusan. "Menyampaikannya saja sambil tertawa, seolah mengejek para jomblo, tampak tidak serius dalam memunculkan suatu program," ujar direktur lembaga psikologi Personal Growth ini.

Menurut Ratih, para muda-mudi yang memiliki produktifitas yang tinggi namun belum memiliki pasangan, tak akan mau dijodoh-jodohkan apalagi dipertemukan dalam suatu tempat yang nota bene tempat tersebut awalnya adalah tempat berkumpulnya masyarakat yang terdiri dari anak-anak dan lansia.

"Kalau pemuda produktif dan punya harga diri dia ga akan mau dijodoh-jodohin," tukas Ratih.

PenulisIwan Supriyatna
EditorLusia Kus Anna
Komentar
Terkini Lainnya
Setia pada Tujuan, Selamat di Perjalanan
Setia pada Tujuan, Selamat di Perjalanan
Feel Good
Tingkatkan Daya Tahan Tubuh dengan Konsumsi Nanas
Tingkatkan Daya Tahan Tubuh dengan Konsumsi Nanas
Eat Good
Jadi Ayah di Usia Tua Cenderung Punya Anak 'Geek'
Jadi Ayah di Usia Tua Cenderung Punya Anak "Geek"
Feel Good
Kiat Mengajarkan Anak Bersikap Waspada pada Orang Asing
Kiat Mengajarkan Anak Bersikap Waspada pada Orang Asing
Feel Good
Cara Selfie Agar Tampak Lebih Menarik
Cara Selfie Agar Tampak Lebih Menarik
Look Good
Cermat Membeli Baju Lebaran
Cermat Membeli Baju Lebaran
Look Good
Cristiano Ronaldo tentang Gaya dan Penampilannya
Cristiano Ronaldo tentang Gaya dan Penampilannya
Look Good
Buat Apa Menampilkan Kebahagiaan Palsu di Media Sosial?
Buat Apa Menampilkan Kebahagiaan Palsu di Media Sosial?
Feel Good
Rambu Berteman dengan Kolega di Media Sosial
Rambu Berteman dengan Kolega di Media Sosial
Feel Good
Kirim Ucapan Lebaran Lewat Media Sosial Kurangi Makna Bermaafan?
Kirim Ucapan Lebaran Lewat Media Sosial Kurangi Makna Bermaafan?
Feel Good
Intip Rintis Karier di Ranah Komunikasi
Intip Rintis Karier di Ranah Komunikasi
Feel Good
6 Fakta Seputar Kesehatan Pria
6 Fakta Seputar Kesehatan Pria
Feel Good
Agar Balita Tak Bosan dalam Perjalanan Mudik
Agar Balita Tak Bosan dalam Perjalanan Mudik
Feel Good
Mudik, Jangan Lupa Matikan Listik dan Pamit ke Tetangga
Mudik, Jangan Lupa Matikan Listik dan Pamit ke Tetangga
Feel Good
Minta Maaf Saat Lebaran Cukupkah Menghapus Kesalahan?
Minta Maaf Saat Lebaran Cukupkah Menghapus Kesalahan?
Feel Good
Close Ads X