Memahami Kecantikan Diri yang Unik - Kompas.com

Memahami Kecantikan Diri yang Unik

Kahfi Dirga Cahya
Kompas.com - 08/09/2017, 07:17 WIB
Embracing Realness #2 karya Monica Hapsari di Bamed Skin Care, Menteng, Jakarta Pusat.KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA Embracing Realness #2 karya Monica Hapsari di Bamed Skin Care, Menteng, Jakarta Pusat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Stereotip perempuan cantik adalah bertubuh langsing, kulit putih dan tinggi. Anggapan itu didengungkan berulang-ulang dan diamini oleh sebagian besar perempuan. Padahal, cantik memiliki banyak sekali kriteria berbeda.

Setiap perempuan sudah memiliki kecantikan sejak lahir, kata dr Yassin Yanuar MIB, SpOG, MSc, CEO Bamed Health Care, klinik kesehatan yang juga memiliki spesialisasi khusus perawatan kulit.

Mengusung semangat Embracing Realness, atau menerima kecantikan diri, Yassin mengajak perempuan untuk menerima kecantikan yang sudah ada di dalam diri masing-masing.

Untuk merepresentasikan konsep tersebut, Bamed Skin Care berkolaborasi dengan pegiat seni Monica Hapsari menampilkan instalasi seni bertajuk Bamed Skin Care X Monica Hapsari yang menghiasi sebagian besar dinding di Bamed Klinik yang berlokasi di Menteng Jakarta Pusat .

Secara khusus, Monica membuat lima karya yang menafsirkan kecantikan secara luas, namun secara bersamaan menimbulkan kesan ekslusif, karena setiap pribadi adalah insan yang ekslusif.

Monica menampilkan tujuh karakter perempuan yang berbeda-beda dalam lukisannya, mulai dari perempuan 'boyish' dengan merefleksikan sisi 'tomboy', independen, sangat dominan, idealis dan memiliki kepedulian dengan sesama; perempuan dengan tanda lahir di tubuh; perempuan dengan memakai hijab yang tidak terlalu membutuhkan riasan karena sudah memiliki kulit sehat.

Be Strong, Be Independent, Be The Fire and Set The Goal karya Monica Hapsari di Bamed Skin Care, Menteng, Jakarta Pusat.KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA Be Strong, Be Independent, Be The Fire and Set The Goal karya Monica Hapsari di Bamed Skin Care, Menteng, Jakarta Pusat.
Selain itu juga ada perempuan dengan kulit khas Asia; perempuan lanjut usia; perempuan dengan karakter Afro dari Indonesia Timur yang berciri rambut keriting, hitam namun tetap unik dan cantik; dan perempuan bertubuh besar.

Semua karakter itu, kata Monica, sudah memiliki kecantikan masing-masing, sehingga tak perlu berubah seperti stereotipe perempuan cantik di media.

"Kamu semua cantik, terima diri apa adanya, berkarya saja. Karena kecantikan sebenarnya karya kita kan," kata Monica saat berbincang dengan jurnalis di acara Bamed Skin Care X Monica Hapsari di Jakarta Pusat, Kamis (7/5/2017).

Konsep embracing realness, menurut Monica, dianggap sebagai sesuatu yang berani dan harus dilakukan perempuan. Sebab konsep ini berusaha menentang pemikiran praktis soal kecantikan.

Menurut dia, stererotip cantik malah membuat perempuan dilanda tekanan. "Kadang kalau kita enggak langsing, aduh gimana nih stres banget. Kalau enggak tinggi, gimana nih. Itu mungkin menurut banyak orang enggak penting, tapi bisa bikin stres. Tapi sebenarnya perempuan akan baik-baik aja sih kalau tidak menjadi seperti itu," kata Monica.

Lebih jauh lagi bila diintrepretasikan, kesehatan memunculkan kecantikan perempuan, kata Yassin. Dengan demikian, sangat penting untuk tetap menjaga kesehatan kulit.

"Kalau kulit kamu cerah karena sehat, kamu akan percaya diri, kamu akan beraktivitas lebih baik, menjadi lebih happy, kualitas hidup meningkat. Kalau kamu cantik putih-putih saja tapi enggak sehat, buat apa," kata dia.

PenulisKahfi Dirga Cahya
EditorLusia Kus Anna
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM