Solek Tenun Baduy di Paris - Kompas.com

Solek Tenun Baduy di Paris

Kahfi Dirga Cahya
Kompas.com - 17/09/2017, 07:40 WIB
Koleksi Lekat yang akan ditampilkan di Paris Fashion Week 2017. Koleksi Lekat menggunakan tenun Baduy sebagai bahan dasar koleksi adibusananya.LEKAT Koleksi Lekat yang akan ditampilkan di Paris Fashion Week 2017. Koleksi Lekat menggunakan tenun Baduy sebagai bahan dasar koleksi adibusananya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kekayaan wastra Nusantara kian dilirik dunia. Setelah Batik yang memang sudah diakui sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO, kini wastra tenun Baduy perlahan tapi pasti juga mulai diperkenalkan.

Adalah Amanda I Lestari--perancang busana yang menggawangi rumah mode Lekat--yang membawa tenun Baduy ke kancah internasional. Lewat tangan kreatifnya, Amanda sukses membawa tenun Baduy ke London Fashion Week 2017.

Tak berhenti di situ, Amanda tengah mempersiapkan diri untuk tampil di Paris Fashion Week 2017 serta TRANOI, platform bergengsi yang diseleksi dan dikurasi ketat. Ajang ini juga menjadi jembatan yang menghubungkan para desainer dengan para pembeli ternama seperti Galeries Lafayette, Dover Street Ginza, Barneys, Saks Fifth Avenue, Nordstorm, David Jones.

 

#LEKATxAylaDimitri

A post shared by LEKAT (@lekatdihati) on Jun 4, 2017 at 10:01pm PDT

Amanda membawa keindahan asli kain Baduy dengan menampilkan koleksi ciri khas suku yang berasal dari Lebak, Banten. Pilihan ini berbeda dengan koleksi sebelumnya yang cenderung hadir dengan warna beragam dan cerah.

"Kami kembali lagi pada warna asal mereka (Baduy), hitam, putih, biru," ujar Amanda kepada Kompas Lifestyle di butik Lekat, Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (16/9/2017).

Ini juga tak lepas dari usaha Amanda untuk menampilkan sisi keindahan masyarakat Baduy yang dalam kesehariannya umum mengenakan busana berwarna tersebut.

Tenun Baduy dengan tiga warna itu kemudian dikreasikan lagi menjadi koleksi adibusana yang menggugah. Amanda memilih rancangan yang simpel, namun tak menghilangkan detail seperti tambahan potongan-potongan tenun Baduy. Koleksinya kini juga didesain agar bisa dipakai lebih luas.

"Sesimpel orang kerja masih bisa pakai. Karena kalau koleksi aku sebelumnya lebih pada buat orang hangout dan lain-lain, sehingga ada yang percaya diri, ada yang enggak," tutur desainer berusia 31 tahun ini.

 

#LEKATxAylaDimitri

A post shared by LEKAT (@lekatdihati) on Jun 2, 2017 at 2:22am PDT

Pada ajang ini, Amanda juga memanfaatkan kesempatan bertemu dengan para buyer kenamaan. Oleh karena itu pada koleksi yang berjumlah 24 buah ini dibuat agar mudah diterima orang banyak.

"Kami ingin kenalkan ke pembeli di Paris, bagaimana kami bawa koleksi yang bisa diproduksi ulang. Dan dari kemarin aku memikirkan bikin koleksi simpel, agar semua orang bisa pakai dan diterima semua umur," ujar Amanda.

Sementara itu, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mendukung usaha yang dilakukan Amanda lewat Lekat untuk mengangkat budaya Indonesia ke kancah dunia. "Lekat membantu masyarakat lokal mendapatkan nilai tambah dari kreativitasnya, sehingga bukan desainernya saja yang mendapatkan nilai tambah," kata Deputi Hubungan Antar Lembaga dan Wilayah Bekraf RI Endah Wahyu Sulistianti.

PenulisKahfi Dirga Cahya
EditorWisnubrata
Komentar

Terkini Lainnya

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM