Salin Artikel

10 Cara agar Lebih Produktif Bekerja di Rumah

KOMPAS.com - Di zaman modern ini, bekerja tak melulu hanya di kantor. Dari rumah atau gerai kopi pun kita bisa menghasilkan uang. 

Yah, bekerja dari rumah bisa terasa seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Namun, kita tetap harus menetapkan batasan antara pekerjaan dan kehidupan di rumah agar keduanya berjalan seimbang.

Bekerja di rumah biasanya dilakukan oleh mereka yang berprofesi sebagai penulis, profesional web atau desainer.

Mereka yang bekerja di rumah tak perlu memikirkan kemacetan jalanan atau terjebak di kursi kantor yang tak nyaman selama delapan jam.

Oleh karena itu, bekerja dari rumah biasanya terasa lebih santai dan kita bisa bekerja dengan memakai busana apapun yang nyaman di tubuh kita.

Namun, bukan berarti kerja dari rumah tak memiliki hambatan, salah satunya rasa jenuh karena harus terkurung di dalam dinding rumah sendiri dan tidak bertemu orang lain.

Clare Evans, pelatih manajemen waktu dan produktivitas, mengakui bahwa bukan hanya lingkungan di sekitarnya yang menyebabkan gangguan.

Kesulitan lain yang harus dihadapi mereka yang bekerja di rumah antara lain menemukan disiplin kerja, berurusan dengan gagasan tidak dapat "pergi dari kantor", dan kurangnya interaksi manusia.

Dari semua kesulitan itu, yang paling menganggu adalah tugas rumah lainnya seperti tumpukan cucian atau piring kotor dan godaan untuk menonton televisi.

Untungnya, Evans telah memaparkan cara mudah untuk mengatasi gangguan tersebut. Berikut cara agar produktif saat bekerja di rumah.

Sediakan ruangan di rumah khusus untuk tempat kita menyelesaikan pekerjaan. Ini akan membuat kita bisa menyeimbangkan antara kehidupan rumah dan pekerjaan.

Pilih area yang jauh dari keributan di rumah atau kita bisa menyulap garasi rumah atau sudut ruang bawah tanah yang tenang sebagai kantor pribadi kita.

Jika kita tak memiliki ruangan yang memadai, pilih kursi atau sofa yang nyaman. Sediakan meja portable untuk laptop agar kita bisa bekerja dalam posisi yang nyaman.

2. Tentukan jam kerja reguler

Bekerja dari rumah bukan berarti kita tak memiliki jam kerja teratur. Evans menyarakan kita untuk menjadwalkan jam kerja dengan cara yang sama seperti karyawan yang bekerja di kantor.

Ini mungkin sulit bagi mereka yang telah memiliki anak. Oleh karena itu, pertimbangkan untuk membayar seorang pengasuh agar kita memiliki waktu untuk bekerja.

Pastikan jam kerja kita berjalan normal dan tinggalkan semua pekerjaan jika waktunya telah usai. Cara ini membantu untuk menentukan batasan antara kehidupan kerja dan rumah.

Ambil beberapa menit dari jam kerja untuk bersantai. Gunakan untuk makan siang. Beri waktu untuk mengisi ulang energi sebelum kembali bekerja agar kita mampu menyelesaikan sisa pekerjaan dengan lancar.

Ini memang sulit tetapi sangat diperlukan. Kita perlu istirahat sebentar saja agar pikiran jernih dan fokus kembali tajam.

Evans menyarankan kita untuk menetapkan batas waktu berbeda utnuk memberi jeda di setiap selang waktu.

4. Pertahankan konsistensi

Lawan godaan untuk menghentikan rutinitas seperti mandi, sarapan pagi atau istirahat malam seperti pegawai kantoran lainnya.

Pertahankan hal-hal yang konsisten tersebut, sama seperti bila kita bekerja di kantor demi menjaga kesehatan mental kita.

5. Pergi jalan-jalan

Berada di rumah sepanjang hari pasti membosankan. Untuk mengatasinya, coba pergi keluar dari rumah sebentar saja.

Kita bisa berkeliling komplek, keluar untuk minum kopi atau bersepeda setidaknya sekali dalam sehari.

Walau bekerja di rumah tidak memerlukan pakaian khusus, tetap pakailah busana yang sopan saat bertemu dengan klien.

Pakai busana yang bersih dan rapi saat melakukan pertemuan. Lalu, jangan gunakan komunikasi yang terlalu santai hanya karena kita terbiasa bekerja di rumah.

7. Berteman dengan teknologi

Evans menyarankan kita untuk menjadikan teknologi sebagai teman bukan musuh.

Persiapkan semua teknologi yang membantu kita agar lebih produktif, seperti laptop, aplikasi untuk mengatur jadwal pertemuan dengan klian, serta koneksi internet yang cepat.

Tanpa semua teknologi itu, kita tak mungkin bisa bekerja dengan maksimal di rumah.

8. Buat daftar prioritas

Menghabiskan seluruh waktu untuk menyelesaikan pekerjaan bukan hal yang baik. Evans menyarankan kita untuk memperjelas apa yang ingin kita capai, baik jangka panjang atau harian.

Cobalah untuk membuat daftar tugas dan prioritaskan berdasarkan tingkat urgensi.

Ini berlaku untuk menyeimbangkan kesehatan fisik dan mental kita. Tetapkan batasan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Gunakan ruang kerja dan jam kerja hanya untuk pekerjaan.

Evans menyarankan kita untuk menutup pintu ruang kerja saat kita telah menyelesaikan semua pekerjaan di akhir hari kerja kita.

10. Cari dukungan

Bekerja dari rumah juga membutuhkan pengertian dari keluarga dan teman kita.

"Beri tahu mereka jam kerja Anda, kapan Anda bisa diganggu, dan kapan Anda benar-benar harus fokus bekerja," kata Evans.

Atau, kita bisa menggunakan tanda peringatan untuk memberi tahu mereka kapan saatnya bekerja di depan ruang kerja kita.

https://lifestyle.kompas.com/read/2019/03/21/102326220/10-cara-agar-lebih-produktif-bekerja-di-rumah

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.