Salin Artikel

Efek Minum Sparkling Water bagi Pencernaan

KOMPAS.com - Sparkling water atau air soda kerap dianggap sebagai pengganti soda yang baik dan menyehatkan.

Kendati dapat menghidrasi tubuh, tetapi sparkling water tetaplah air berkarbonasi. Konsumsi minuman ini rupanya berdampak negatif pada kesehatan usus dan mengganggu sistem pencernaan.

Dr Caroline J. Cederquist, dokter medis bersertifikat dan pendiri bistroMD memaparkan, sparkling water merupakan air putih (H2O) yang diisi dengan desis dan gelembung karena ditambahkan gas karbon dioksida.

Karena memiliki gelembung gas alami, sebagian orang yang meminum air soda dapat mengalami kembung dan mengeluarkan gas secara berlebihan.

Walau begitu, sparkling water termasuk dalam cairan yang direkomendasikan CDC untuk menghidrasi tubuh.

"CDC merekomendasikan untuk memilih air botol, atau air soda daripada minuman manis seperti soda atau jus."

Mengonsumsi semua jenis air putih, baik yang mengandung maupun tidak mengandung gelembung gas dapat meningkatkan kadar hidrasi tubuh.

"Ini (air soda) bahkan bisa memperbaiki pencernaan dan sembelit lebih dari air keran, menurut penelitian yang dimuat dalam European Journal of Gastroenterology & Hepatology," tambah Cederquist.

"Menariknya lagi, sebuah studi di Dysphagia mengungkap air berkarbonasi dapat memperbaiki kemampuan menelan pada orang dewasa dan lansia."

Memicu gangguan pencernaan

Meskipun air soda tidak merusak perut, Cederquist mengatakan minuman itu dapat menyebabkan gejala pencernaan yang tidak menyenangkan.

"Karbonasi dapat memperburuk gejala pada orang yang mengelola gangguan pencernaan seperti refluks asam, penyakit iritasi usus, dan penyakit Crohn," sebutnya.

Selain itu, beberapa merek air berbuih mengandung pemanis buatan untuk meningkatkan rasa.

"Meskipun dampak pemanis buatan tidak diketahui dan kompleks, air soda dapat memicu ketidaknyamanan pencernaan dan perubahan mikrobioma usus."

Sebelum mengonsumsi sparkling water secara rutin, penting untuk berkonsultasi dengan ahli diet atau ahli medis.

Pasalnya, masalah usus dan perut yang ditimbulkan akibat mengonsumsi air soda bisa berbeda-beda pada tiap orang.

"Jika mengalami ketidaknyamanan setelah minum air soda, terutama jika mengelola masalah pencernaan, beralihlah ke air putih biasa atau membatasi asupan air soda mungkin merupakan ide baik," jelas Cederquist.


https://lifestyle.kompas.com/read/2021/10/18/114621420/efek-minum-sparkling-water-bagi-pencernaan

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.