Salin Artikel

Ciri Kepribadian yang Paling Pandai Mengekspresikan Emosinya

KOMPAS.com - Cara kita menyampaikan emosi kepada orang lain juga berpengaruh pada kelancaran komunikasi, terutama untuk menghindari salah paham yang berujung pada pertengkaran.

Penyampaian emosi yang tepat juga berpengaruh pada cara kita memengaruhi orang lain.

Namun, menyampaikan emosi secara akurat kepada orang lain tidak semudah itu. Orang-orang dengan kepribadian terbuka dan aktif bergaul seperti ekstrovert misalnya, tak selalu akurat dalam mengekspresikan emosinya. 

Untuk mengetahui peran tipe kepribadian pada cara menyampaikan emosi, tim peneliti melakukan eksperimen dengan meminta partisipan studi untuk menyelesaikan rangkaian uji kepribadian yang komprehensif.

Rangkaian tes itu termasuk melihat ciri-ciri kepribadian seperti:

- Ekstraversi: minat terhadap alam luar dan fenomena sosial

- Neurotisisme: cenderung merespons sesuatu dengan emosi negatif

- Dominasi: cepat mengambil keputusan, suka memimpin dan menerima tantangan

- Impulsif: cenderung melakukan tindakan tanda memikirkan konsekuensi dari tindakan tersebut

Eksperimen ini mencoba mengukur seberapa baik seseorang dalam menyampaikan emosi kepada orang lain.

Menariknya, orang dengan kepribadian ekstrovert atau mereka yang aktif bersosialisasi tidak secara konsisten akurat dalam mengekspresikan emosi.

Sebaliknya, kemampuan menyampaikan emosi yang baik dikaitkan dengan kepribadian dominan dan eksibisionis, di mana tipe orang seperti ini senang dilihat orang lain dan menjadi pusat perhatian dalam situasi sosial.

Hasil eksperimen ini menegaskan, orang dengan tipe kepribadian tertentu mengasah keterampilan mereka dalam menyampaikan emosi kepada orang lain.

Bukan hanya orang ekstrovert yang senang bergaul dengan orang lain, namun individu dominan dan eksibisionis pun ingin menjadi pusat perhatian.

Pada eksperimen yang kedua, peserta diminta untuk mengekspresikan emosi yang lebih kompleks seperti simpati, perasaan bangga, dan rayuan.

Hasil eksperimen tersebut juga sama. Individu yang eksibisionis dan dominan lebih baik dalam menyampaikan emosi dibandingkan individu ekstrovert.

Bisa dilatih

Catatan yang perlu digarisbawahi adalah, individu yang mampu menyampaikan emosi sederhana (kebahagiaan atau kemarahan) juga bisa mengekspresikan emosi kompleks seperti simpati dan rayuan.

Kesimpulannya, kemampuan mengekspresikan emosi secara akurat kepada orang lain dirangsang oleh keinginan untuk pamer dan memengaruhi orang lain.

Kemungkinan besar ciri-ciri kepribadian inilah yang mendorong individu tertentu untuk mengembangkan keterampilan dalam menyampaikan emosi.

Penelitian mengungkap, kemampuan penyampaian emosi adalah keterampilan yang bisa dipelajari dan dikembangkan, tidak semata-mata kemampuan yang dimiliki individu sejak lahir.

Sebuah studi lain yang memelajari karisma menemukan hal serupa. Karisma merupakan sesuatu yang dapat dipelajari dan dikembangkan.

Karisma dikaitkan dengan kemampuan menyampaikan emosi untuk membangkitkan dan menginspirasi orang lain.

Itulah alasannya pemimpin yang karismatik ahli dalam mengobarkan emosi pada para pengikutnya, baik emosi positif maupun negatif.

Selain itu, banyak orang tertarik pada individu karismatik karena individu karismatik dinilai mempunyai rasa simpati atau mampu mengerti perasaan orang lain.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/10/28/080257920/ciri-kepribadian-yang-paling-pandai-mengekspresikan-emosinya

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.