Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

4 Asupan Paling Tidak Sehat bagi Jantung Setelah Berusia 50 Tahun

KOMPAS.com - Ketika sudah menginjak usia di atas 50 tahun, kita harus lebih memerhatikan berbagai macam aspek kesehatan, terutama yang berhubungan dengan jantung.

Sebab, penyakit jantung atau gagal jantung biasanya akan menyerang orang-orang yang sudah lebih berumur.

Menurut American Heart Association, penumpukan lemak pada orang-orang berusia 50-an dan 60-an sering kali menjadi salah satu faktor risiko munculnya penyakit jantung.

Untuk itu, dengan memulai gaya hidup sehat seperti mengonsumsi asupan yang lebih sehat, kita dapat mencegah risiko penyakit jantung saat usia sudah lanjut.

Nah, melansir dari laman Eat This Not That, terdapat empat asupan paling tidak sehat bagi jantung yang harus kita hindari setelah berusia di atas 50 tahun sebagai berikut ini.

1. Makanan berlemak dan gorengan

Ahli gizi untuk USA RX, Rebecca Schilling, RDN, LDN, mengatakan bahwa jika kita ingin menjaga kesehatan jantung setelah usia 50 tahun, maka kita perlu memerhatikan asupan lemak jenuh secara serius.

"Sebagian besar klien saya yang berusia lebih dari 50 tahun berjuang dengan rekomendasi ini," terangnya.

"Mereka dibesarkan dengan daging merah dan ayam goreng. Mereka takut untuk menjadi vegan," sambung dia.

Tetapi, tidak dapat dipungkiri bahwa mengikuti pola makan tinggi lemak dan rendah buah, sayuran, maupun serat itu dapat berkontribusi terhadap perkembangan penyakit jantung.

"Makanan tinggi lemak jenuh menciptakan penyakit dengan menyumbat arteri, meningkatkan kolesterol jahat, dan berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi," kata Schilling.

"Rekomendasi saya adalah untuk membatasi konsumsi daging saat makan dan hindari makanan yang digoreng. Jadi, pilihlah makanan yang rendah lemak dan tingkatkan jumlah buah, sayuran, serta serat yang kita makan setiap hari," saran dia.

2. Keripik kentang dan soft drink

Mengonsumsi camilan keripik kentang yang digabung dengan minuman bersoda dapat memberikan efek yang buruk bagi kesehatan jantung.

Karena semuanya itu mengandung lebih banyak natrium, lemak jenuh, dan tambahan gula yang berbahaya.

"Camilan dalam kemasan tidak hanya sangat tinggi sodium," ungkap Melissa Mitri, RD, ahli diet untuk Wellness Verge.

"Tetapi camilan tersebut juga mendorong kita untuk makan berlebihan dan meningkatkan risiko kenaikan berat badan karena semuanya sangat enak," lanjut dia.

Di sisi lain, gula juga memainkan peran kunci dalam kesehatan jantung yang buruk.

"Soft drink sangat tinggi gula tambahan yang merupakan faktor risiko diabetes, obesitas, dan penyakit jantung. Namun, kita dapat menghindari risiko itu dengan memilih alternatif soft drink yang lebih sehat," kata Mitri.

3. Diet soda

Beralih dari minuman manis ke diet soda atau soft drink untuk mengurangi kalori dan gula mungkin terdengar seperti langkah yang cerdas.

Tetapi itu juga sangat kontraproduktif jika menyangkut kesehatan jantung.

"Minuman dengan pemanis buatan dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiometabolik," terang ahli gizi di Paloma Health, Arika Hoscheit, RDN.

Sebuah studi di Diabetes Care menemukan bahwa orang yang minum diet soda setiap hari memiliki risiko 36 persen lebih besar terkena sindrom metabolik dan 67 persen risiko diabetes tipe 2 lebih besar bila dibandingkan dengan yang tidak minum diet soda.

Bagaimana gula yang lebih sedikit berkorelasi dengan risiko diabetes yang lebih besar?

Hoscheit pun menjelaskan bahwa rasa manis buatan dari minuman diet rendah dan tanpa kalori bisa mempersulit tubuh kita untuk mengukur kepadatan kalori.

Selain itu juga meningkatkan nafsu makan dan mengganggu mikrobioma yang dapat mengakibatkan intoleransi glukosa, serta meningkatkan keinginan untuk mengonsumsi makanan atau minuman manis dan padat energi.

Untuk melindungi jantung, pilihlah air putih dan minimalkan asupan minuman yang dimaniskan secara artifisial.

"Mengurangi asupan diet soda dapat membantu menurunkan nafsu makan, meningkatkan manajemen berat badan, dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan," kata Hoscheit.

4. Donat dan roti manis lain

"Donat tidak hanya digoreng yang menimbulkan banyak lemak, tetapi juga sarat dengan karbohidrat dan gula halus yang dapat menyebabkan penambahan berat badan, serta meningkatkan risiko penyakit jantung," kata ahli nutrisi untuk Herbalife Nutrition, Susan Bowerman, RD.

Menurut dia, karbohidrat olahan dan gula juga menguji kemampuan tubuh untuk memrosesnya.

"Dan seiring bertambahnya usia, banyak orang menjadi resisten terhadap insulin atau pra-diabetes, yang meningkatkan risiko penyakit jantung," imbuhnya.

https://lifestyle.kompas.com/read/2022/01/24/121545120/4-asupan-paling-tidak-sehat-bagi-jantung-setelah-berusia-50-tahun

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke