Salin Artikel

Teh dan Kopi Sumber Antioksidan, Mana Lebih Sehat?

Sementara, beberapa yang lain mungkin memilih minuman seperti jus jeruk atau air putih, tetapi lebih banyak orang memilih teh atau kopi untuk memberikan energi di pagi hari.

Bahkan, kedua minuman ini menjadi minuman yang paling banyak dikonsumsi karena menawarkan pengalaman unik tersendiri.

Tetapi, ketika berbicara tentang kesehatan dan kebugaran, apakah yang satu lebih baik dari yang lain?

Untuk mengetahuinya, para ahli diet membagikan sejumlah pengetahuannya mengenai manfaat teh dan kopi, dan mana yang lebih menyehatkan.

Manfaat teh

Secara umum, teh adalah minuman yang sangat bergizi, terutama jika dikonsumsi secara teratur.

Sebagai permulaan, minuman ini penuh dengan antioksidan.

Menurut laporan Harvard T.H. Sekolah Kesehatan Masyarakat Chan, antioksidan adalah molekul bermanfaat untuk melindungi tubuh dari radikal bebas.

Radikal bebas adalah atom yang tidak stabil, yang jika ada dalam kadar tinggi, ini dapat menyebabkan stres oksidatif.

Seiring waktu, stres oksidatif dapat merusak sel dan menyebabkan kondisi kronis seperti penyakit jantung dan kanker.

Namun mengonsumsi banyak antioksidan -seperti yang ditemukan dalam teh, berpotensi mengurangi risiko tersebut.

Seorang ahli diet terdaftar dan pendiri Graciously Nourished, Kelsey Lorencz mengatakan, teh hijau dan teh hitam sangat kaya akan antioksidan yang disebut polifenol.

Bahkan, teh herbal seperti peppermint dan chamomile juga memiliki antioksidan meskipun dalam jumlah yang lebih kecil.

Di samping itu, teh hijau dan teh hitam juga memiliki kafein dalam jumlah sedang, masing-masing sekitar 47 miligram dan 28 miligram per cangkir.

Apalagi kafein memiliki efek untuk memberikan energi yang dapat membantu kita memulai hari, meningkatkan fungsi kognitif seperti pembelajaran dan memori, serta mengandung antioksidan yang mampu melindungi sel dari stres oksidatif.

Manfaat kopi

Sama seperti teh, kopi juga dikemas dengan antioksidan.

"Ini paling dikenal karena kandungan asam klorogenatnya yang tinggi, senyawa antioksidan yang melindungi terhadap stres oksidatif," kata ahli diet di National Dairy Council, Kerry Hackworth.

Asam klorogenik juga memiliki sifat anti-inflamasi dan neuroprotektif yang dapat memainkan peran potensial dalam mencegah kondisi kronis.

Faktanya, minum kopi telah dikaitkan dengan penurunan risiko kondisi neurodegeneratif seperti demensia dan penyakit alzheimer.

Selanjutnya, menurut ahli diet Maddie Pasquariello, minuman tersebut dapat membantu memperlambat hilangnya otot yang terkait dengan penuaan.

Selain itu, kopi juga mengandung lebih banyak kafein daripada teh yang mungkin ideal jika kita memiliki toleransi yang tinggi terhadap zat tersebut.

Menurut Mayo Clinic, satu cangkir kopi mengandung 96 miligram kafein, itu lebih dari dua kali lipat kafein dalam teh hitam dan empat kali lebih banyak dalam teh hijau.

Mana yang lebih menyehatkan

Baik teh dan kopi memiliki manfaat kesehatan yang penting bagi tubuh dan kedua minuman tersebut dapat menjadi bagian dari diet sehat.

Jadi, opsi terbaik tergantung pada apa yang paling penting bagi kita. Misalnya, jika itu adalah antioksidan yang kita cari, maka kita bisa memilih untuk minum kopi.

Tetapi jika kita sedang mencari sesuatu untuk meredakan rasa mual, secangkir teh panas akan lebih cocok.

Ada pun faktor lain yang perlu dipertimbangkan yakni kandungan kafein setiap minuman dan bagaimana tubuh merespons kafein.

Ingat, kopi memiliki sekitar 2-4 kali lebih banyak kafein daripada teh. "Jadi, jika kita sensitif terhadap zat tersebut, teh mungkin menjadi pilihan yang lebih baik," ujar Lorencz.

Atau jika kita dapat mentoleransi kafein tetapi ternyata kopi membuat gelisah, mungkin lebih baik minum matcha (sejenis teh hijau) atau teh hitam yang mengandung lebih sedikit kafein.

"Kafein memiliki waktu paruh yang panjang, artinya akan tetap berada di sistem tubuh selama berjam-jam setelah kita meminumnya," kata Pasquariello.

Oleh sebab itu, apabila kita mengonsumsi kopi atau teh berkafein di sore hari, kita mungkin merasa pusing menjelang tidur.

Hal ini dapat mengganggu tidur yang berkualitas, serta menimbulkan stres bagi tubuh.

Yang terpenting juga, pikirkan tentang masalah kesehatan pribadi kita.

Karena beberapa obat dan kondisi tertentu seperti sindrom iritasi usus besar mungkin tidak cocok dengan kafein dalam jumlah besar.

Ini berarti kita mungkin perlu membatasi atau melewatkan minuman berkafein tinggi seperti kopi.

"Demikian juga, jika kita mencoba untuk hamil, sedang hamil, atau menyusui, maka kita harus membatasi asupan kafein," catat Hackworth.

Bagaimana pun, apakah itu kopi atau teh, kita harus menikmati minuman yang benar-benar kita suka dan itu juga mendukung kesehatan.

Lalu, mengetahui bagaimana setiap minuman cocok dengan gaya hidup, kesehatan, serta kebutuhan tubuh secara keseluruhan, itu juga dapat menentukan mana yang paling cocok untuk kita.

https://lifestyle.kompas.com/read/2022/06/28/112907520/teh-dan-kopi-sumber-antioksidan-mana-lebih-sehat

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.