Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Napak Tilas Pameran Sneakertopia di Singapura

KOMPAS.com - ArtScience Museum di Singapura menjadi tuan rumah pameran Sneakertopia: Step Into Street Culture yang diadakan Februari hingga Juli tahun ini.

Setelah diadakan di Los Angeles dan New York, Sneakertopia hadir di Singapura dengan menggandeng SPACElogic, SL Experiences, dan Gushcloud International.

Dalam pameran ini, terdapat lebih dari 100 sneaker edisi terbatas dan 70 mural, instalasi, desain, dan karya seni yang beberapa di antaranya belum pernah diperlihatkan di pameran lain.

Sebagai bagian dari peluncuran Sneakertopia di Singapura, seniman kontemporer Sam Lo dan seniman visual Tobyato menciptakan patung pahatan mereka.

Karya seni berjudul A Myna Rebellion dan Tobyato Sneaker Stone Lions adalah hasil kolaborasi dengan ActionCity, yang dapat dibeli secara langsung.

Dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sneakertopia di ArtScience Museum juga menyediakan pakaian khusus dari pemenang penghargaan superstar pop JJ Lin di label lifestyle, SMG, dan koleksi FW 2022 sang bintang.

Adapun koleksi sneaker langka dari Limited Edt, streetwear Foxtrot, pin dan stiker dari Kristal Melson, serta buku dan pahatan patung dari PHUNK.

Menyusuri tiap area di Sneakertopia

Lalu, terdapat koleksi lengkap Air Jordan 1, peralatan dari workshop SBTG dan sol sepatu berlogo Korea berkualitas tinggi dari studio Mr Sabotage.

Sneakertopia juga memamerkan koleksi JJ Lin di zona The Backlot mencakup sneaker langka dan karya seni dari seniman kontemporer Banksy, Yayoi Kusama, dan Daniel Arsham.

Dua karya seni berskala besar diletakkan di tempat khusus.

Pertama, ada MANDO (2023) karya Tommii Lim, mural yang terinspirasi dari serial televisi The Mandalorian. Mural itu menggambarkan karakter Mando dan Baby Yoda.

Ide karya ini berasal dari sepasang sneaker yang mengingatkan kenangan indah Lim bersama ayahnya dan membayangkan perjalanan ke dunia yang baru.

Selanjutnya, The Super Large Superstar (2023) karya seniman Perancis Smoluk merupakan patung sneaker berukuran raksasa yang terbuat dari karton daur ulang.

Dengan menggunakan karton sebagai bahan dasar, patung ini mencerminkan kritikan Smoluk terhadap isu yang berkembang seperti konsumsi massal dan "budaya membuang barang".

Terakhir, Mandeep Chopra, pendiri dan CEO Limited Edt menyajikan koleksi sneaker langka dari arsip perusahaan.

Koleksi ini terdiri dari Nike x Louis Vuitton Air Force 1, Nike Zvezdochka, dan Adidas x Speedportal Leyenda yang dirancang khusus untuk bintang Argentina, Lionel Messi.

https://lifestyle.kompas.com/read/2023/04/28/180316720/napak-tilas-pameran-sneakertopia-di-singapura

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke