Kompas.com - 11/04/2017, 13:22 WIB
Penulis Wisnubrata
|
EditorWisnubrata

 

5. Aturan 2 Hari

Aturan ini berbunyi, bila Anda merasa nyeri di bagian tertentu tubuh Anda selama dua hari berturut-turut saat berlari, maka istirahatlah selama dua hari.

Rasa nyeri yang berturut-turut mungkin merupakan tanda awal cedera. “Istirahat selama dua hingga lima hari tidak akan terlalu mempengaruhi tingkat kebugaran Anda,” ujar Troy Smurawa, M.D., seorang dokter triathlon.

Pengecualian: Bila rasa nyeri itu tetap terasa walau Anda sudah beristirahat, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter.

6. Aturan Makanan yang Familiar

Aturan ini berbunyi: Jangan makan atau minum segala sesuatu yang belum pernah Anda coba, sebelum atau selama perlombaan atau latihan berat.

Makanlah apa yang biasanya anda makan. “Perut seseorang akan membiasakan pada jenis-jenis makanan dan nutrisi yang sering kita makan,” ujar Cindy Dallow, Ph.D. “Namun Anda bisa memunculkan resiko pencernaan bila menambahkan sesuatu yang asing pada kebiasaan itu.”

Pengecualian: Bila perut Anda kosong, menyantap sesuatu yang baru barangkali lebih baik daripada tidak makan sama sekali.

7. Aturan Pemulihan

Aturan ini berbunyi: Untuk setiap mil yang Anda tempuh dalam lomba, berikan satu hari istirahat sebelum kembali latihan atau mengikuti lomba berikutnya.

Satu mil adalah 1,6 kilometer. Artinya Anda sebaiknya istirahat selama 6 hari setelah mengikuti lomba 10K atau 26 hari setelah marathon. Pencetus aturan ini adalah almarhum Jack Foster, pemegang rekor marathon (2:11:18) dari tahun 1974 sampai 1990. Foster menulis dalam bukunya, Tale of the Ancient Marathoner, “Metode saya adalah mengambil sehari istirahat untuk setiap mil yang saya tempuh dalam lomba.”  

Pengecualian: Bila Anda tidak mengerahkan kemampuan maksimal saat berlomba, maka Anda bisa mengambil waktu istirahat lebih singkat sesudahnya.

8. Aturan Kepala Mengalahkan Ekor

Aturan ini menyebutkan bahwa angin dari depan akan lebih besar memperlambat gerak Anda dibanding angin dari belakang mendorong Anda

Dengan kondisi seperti ini, pelari biasanya berlari lebih lambat bila menghadang angin, namun keterlambatan itu tidak bisa ditebus saat ia kemudian berbalik dan berlari searah dengan hembusan angin. Oleh karenanya jangan risau bila catatan kecepatan Anda menurun, namun fokuslah pada usaha Anda untuk menghadapi angin itu.

Pengecualian: Anda bisa mengurangi hambatan angin bila Anda berlari di belakang orang lain, lalu gunakan kilometer terakhir untuk menyusulnya.

9. Aturan Berbicara Satu Kalimat

Aturan ini menyebutkan: Anda seharusnya bisa mengucapkan satu kalimat lengkap saat berlari.

Sebuah penelitian menemukan bahwa pelari yang detak jantung dan laju pernafasannya berada dalam zona aerobik, mestinya bisa mengucapkan satu kalimat. Mereka yang tidak mampu melakukannya, berarti berlari dalam kecepatan di atas batas optimalnya.

Pengecualian: Jika kita memang sedang latihan berat, sprint, atau berlomba, maka memang seharusnya sulit mengucapkan satu kalimat. Aturan di atas berlaku saat kita jogging atau berlari biasa.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.