Kompas.com - 06/12/2017, 07:00 WIB
Pangeran Harry dan tunangannya, Meghan Markle saat diabadikan di Istana Kensington, London, Senin (27/11/2017). Daniel LEAL-OLIVAS / AFP Pangeran Harry dan tunangannya, Meghan Markle saat diabadikan di Istana Kensington, London, Senin (27/11/2017).

KOMPAS.com - Masuknya Meghan Markle ke dalam keluarga Kerajaan Inggris membuat semua mata tertuju padanya. Pertunangannya dengan Pangeran Harry akan membuat perubahan besar dalam hidupnya.

Meghan adalah seorang aktris berkebangsaan Amerika yang terkenal. Banyak pengamat kerajaan telah mengatakan bahwa pernikahannya dengan pemegang garis tahta kelima akan membuat perubahan dalam tradisi keluarga kerajaan saat ini.

Meghan tampaknya sudah siap menjadi bangsawan sepenuhnya. Ia pindah dari Toranto ke rumah barunya di London, dan akan segera dibaptis menjelang pernikahannya dengan Pangeran Harry.

Namun, tampaknya ada satu aspek lagi yang harus dihadapi oleh bintang "Suits" ini untuk menjadi anggota keluarga kerajaan.

Seorang penulis biografi Ratu Elizabeth, Robert Lacey, mengatakan bahwa sikap aktif  Meghan secara politik bisa dianggap sebagai 'masalah'. Anggota keluarga kerajaan ternyata tidak diperkenankan terlibat dalam politik karena mereka harus bersikap netral.

Meghan pernah berbicara secara terbuka tentang pandangannya dan menyebut presiden AS saat ini, Donald Trump, memiliki pandangan misogini yang memecah belah persatuan. Dia juga mengatakan bahwa Trump telah menciptakan dunia seperti yang 'diinginkannya sendiri', sebuah hal yang memicu peperangan.

Keluarga kerajaan Inggris.The Sun Keluarga kerajaan Inggris.
Bukan rahasia lagi bahwa Meghan sering berbicara secara terbuka, dan dia telah melakukannya sejak usia muda. Saat berusia 11 tahun, Meghan pernah menulis surat yang mengkritisi iklan sebuah merek kecantikan.

"Berbicara tentang bagaimana pandangan politik Meghan bisa menjadi masalah dalam keluarga kerajaan. Ini menjadi stereotip bahwa Pangeran Philip telah merekrut keluarga yang 'rewel' dan banyak bicara ," ucap Lacey.

Secara tradisional, bangsawan diharuskan tetap berada di luar masalah politik, karena Ratu selalu bersikap netral terhadap isu-isu negara.

(Baca :Lebih Dekat dengan Meghan Markle, Calon Istri Pangeran Harry)

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X