Kompas.com - 11/12/2017, 20:47 WIB
Ilustrasi sulit tidur amenic181Ilustrasi sulit tidur
|
EditorWisnubrata

KOMPAS.com - Semua orang pasti pernah mendengar ide untuk menghitung domba agar segera tertidur. Anjuran kuno ini memang banyak beredar di film-film kartun dan banyak orang yang mempercayainya.

Entah cara itu hanya sebuah mitos atau fakta, tapi pernahkah Anda berpikir mengapa yang dihitung harus domba? Mengapa tidak kucing, atau anjing, atau hewan-hewan lainnya.

Ada banyak pendapat mengenai hal ini. Dilansir dari Mental Floss, gagasan menghitung domba ini terkait dengan kebiasaan gembala di Inggris pada abad pertengahan. Pada zaman terbut, para gembala menggunakan tanah milik umum untuk menggembalakan dombanya.

Oleh karena itu, saat mengkandangkan dombanya setiap malam, mereka biasa menghitungnya. Kegiatan ini biasanya dilakukan sebelum tidur, kadang sambil terkantuk-kantuk. Lama-lama kegiatan menghitung domba ini dianggap sebagai cara agar terbuai mimpi.

"Namun setidaknya satu buku yang membicarakan hubungan antara domba dan tidur dari masa yang lebih awal," laporan Mental Floss.

Sebuah bab dalam Disciplina Clericalis, sebuah buku dongeng abad ke-12, menunjukkan bahwa menghitung domba telah menjadi kebiasaan dalam budaya Islam selama berabad-abad.

Jadi apakah menghitung domba benar-benar dapat mengatasi insomnia?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Hilary Thompson, konsultan kesehatan dalam hal kesulitan tidur, sebelum mulai menghitung domba, Anda sebaiknya mencoba cara lain yang lebih manjur.

"Agar bisa tertidur, otak sebaiknya dikondisikan agar santai, lalu lakukan hal yang berulang secara teratur, seperti bernafas agar pikiran melambat, dan menjauhkan pikiran stres agar kita bisa tertidur," ucapnya.

Nah, menghitung domba tidak termasuk dalam resep ini, karena justru membuat otak waspada terhadap jumlah domba yang sudah dihitung.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.