Kompas.com - 13/12/2017, 07:55 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

KOMPAS.com - Vitamin E adalah vitamin yang larut dalam lemak dengan kualitas antioksidan yang membantu menjaga sistem kekebalan tubuh Anda tetap kuat.

Vitamin E terdapat dalam berbagai makanan, atau ditambahkan ke produk makanan tertentu untuk  meningkatkan asupan Anda.

Namun hati-hati, vitamin E dosis tinggi meningkatkan risiko perdarahan.

Anda dianggap kekurangan vitamin E, jika mengalami salah satu gejala, antara lain: kesulitan berjalan atau berkoordinasi, nyeri otot atau kelemahan, gangguan pengelihatan, dan ketidakmampuan umum.

Baca juga : Ketahui Bahaya Konsumsi Suplemen Vitamin E

Selanjutnya, Anda bisa menemukan vitamin E dalam berbagai macam makanan, di antaranya, kacang-kacangan dan biji-bijian, seperti kacang almond, biji bunga matahari, kacang tanah, dan selai kacang.

Lalu, ada pula dalam minyak nabati, terutama zaitun dan bunga matahari, sayuran berdaun, telur, sereal yang diperkaya, kiwi, dan mangga.

Bagaimana dengan suplemen?

Suplemen adalah cara yang populer untuk menambahkan vitamin dan mineral ke dalam makanan.

Namun Anda harus berhati-hati dalam mengonsumsi vitamin E dalam bentuk suplemen. 

Salah satu alasannya karena suplemen dapat mengganggu pengobatan Anda. 

Beberapa obat yang mungkin terkena dampaknya meliputi, antikoagulan, antiplatelet, simvastatin, niacin, obat kemoterapi, dan obat radioterapi.

Selain itu, karena tidak diatur, mungkin tidak jelas vitamin E yang Anda dapatkan.

Sebagai contoh, beberapa suplemen hanya mengandung satu jenis vitamin E. Sementara, kebutuhan tubuh Anda jenis lain ditemukan pada berbagai sumber makanan.

Sehingga, mendapatkan nutrisi dari keseluruhan makanan adalah pilihan yang terbaik.

Berapa banyak vitamin E yang Anda butuhkan?

Pada orang dewasa dan anak 14 tahun atau lebih tua dibutuhkan 15 miligram (mg) vitamin E per hari.

Anak-anak di bawah usia ini membutuhkan dosis yang lebih kecil.

Usia 1-3: 6 mg per hari,

Usia 4-8: 7 mg per hari

Usia 9-13: 11 mg per hari

Wanita yang sedang menyusui harus mendapatkan 19 mg per hari.

Menggabungkan hanya beberapa makanan per hari akan membantu Anda memenuhi asupan vitamin E Anda.

Sebagai contoh, satu ons biji bunga matahari mengandung 7,4 mg vitamin E. Dua sendok makan selai kacang mengandung 2,9 mg vitamin E. Atau, setengah cangkir bayam mengandung 1,9 mg vitamin E.

Lantas, apa yang menyebabkan kekurangan vitamin E, dan siapa yang berisiko?

Banyak kondisi yang mencegah tubuh Anda hingga tidak mampu menyerap lemak secara memadai, termasuk nutrisi yang larut dalam lemak seperti vitamin E.

Kondisi ini antara lain, pankreatitis kronis, kolestasis, cystic fibrosis, sirosis bilier primer, penyakit crohn, dan sindrom usus pendek

Dalam beberapa kasus, kekurangan vitamin E dihasilkan dari kondisi genetik langka yang dikenal sebagai ataksia.

Kondisi ini dan mempengaruhi kontrol dan koordinasi otot. Kemungkinan besar berkembang pada anak-anak berusia antara 5-15 tahun.

Anda perlu menemui dokter bila mendapati gejala yang berkaitan dengan kekurangan vitamin E ini, atau saat Anda menyadari kondisi yang memengaruhi kemampuan tubuh untuk menyerap lemak.

Selanjutnya, dokter akan menentukan tindakan terbaik untuk mengatasi kekuragan vitamin E Anda.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Meetdoctor
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.