Kebiasaan Konsumsi Soda Donald Trump yang Tak Layak Dicontoh

Kompas.com - 13/12/2017, 12:58 WIB
Presiden Amerika Serikat memberikan pidatonya mengenai Jerusalem di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, pada Rabu (6/12/2017). (AFP/Saul Loeb)
Presiden Amerika Serikat memberikan pidatonya mengenai Jerusalem di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, pada Rabu (6/12/2017). (AFP/Saul Loeb)
|
EditorWisnubrata

KOMPAS.com - Donald Trump ternyata sangat menyukai diet coke atau cola tanpa gula. Berdasarkan laporan dari The New York Time, Presiden Amerika ini bisa menghabiskan selusin diet coke hanya dalam waktu sehari.

Kesukaanya pada minuman bersoda itu juga dialami banyak orang Amerika, termasuk salah satu pendahulunya,  Bill Clinton. Ia sering tertangkap kamera sedang memegang Diet Coke bersama dengan telepon seluler dan barang lainnya.

Jadi, apa yang terjadi pada mereka yang minum selusin kaleng minuman bersoda ini setiap hari? Mengingat dalam label kemasannya, minuman ini mengandung campuran pemanis aspartam, serta perasa buatan dan alami.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minuman dengan pemanis buatan justru dapat meningkatkan nafsu makan seseorang dan menambah keinginan untuk selalu mengkonsumsi makanan manis.

Efek ini terkait dengan aspartam, pemanis yang paling sering digunakan dalam minuman diet. Umumnya 30 menit setelah minum diet coke (yang mengandung aspartam) atau soda biasa (dengan sukrosa), tubuh bereaksi dengan konsentrasi glukosa dan insulin yang serupa.

Susan Swithers, seorang profesor ilmu psikologis di Purdue University College of Health and Human Sciences, mengatakan bahwa efek aspartam seperti "menggoda" tubuh.

"Saat lidah merasakan makanan manis, tubuh menduga akan mendapatkan gula, atau energi. Tapi yang diharapkan itu tidak pernah muncul," kata Swithers, berdasarkan penelitiannya tentang konsumsi soda diet pada hewan.

Hal ini akan mengakibatkan tubuh menganggap rasa manis bukan lagi sinyal yang menjanjikan, sehingga reaksi tubuh terhadap rasa manis akan berubah. Nah, ketika tubuh mendapat gula asli, gula darah dalam tubuh akan meningkat lebih tinggi, dan kita akan tergoda untuk menambah lagi.

"Awalnya ini tidak akan berefek apapun. Namun seiring waktu, efek kumulatifnya mungkin kuat, terutama pada manusia," ucapnya.

Baca juga : Benarkah Minuman Bersoda Bikin Gemuk?

Melihat studi jangka panjang pada manusia, Swithers mencatat bahwa orang-orang yang terbiasa minum dengan pemanis buatan memiliki risiko negatif pada kesehatan yang lebih tinggi daripada mereka yang mengkonsumsi minuman bersoda biasa.

Halaman:


Sumber CNN
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X