Kompas.com - 08/01/2018, 14:55 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

Mereka dikarantina di sebuah hotel selama enam hari, setelah menerima obat tetes hidung dari virus flu biasa.

Selanjutnya dilakukan pengamatan terhadap siapa yang mulai mengalami gejala.

Individu pada kelompok terakhir secara signifikan lebih cenderung menunjukkan tanda-tanda terkena flu, dibanding dua kelompok lain.

Kendati demikian, tetap sulit untuk menentukan seberapa akurat temuan ini.

Robert Emery, seorang profesor psikologi di Universitas Virginia yang tidak terlibat dalam penelitian ini ikut berkomentar.

Menurut dia, orang-orang yang bercerai dan tidak berbicara satu sama lain bukanlah obyek acak dalam populasi dalam sebuah riset. Sehingga, diperlukan penelitian lanjutan dari hasil tersebut.

Baca juga: Pria atau Wanita yang Lebih Bahagia Setelah Perceraian?

Lagi pula, apakah tumbuh dengan dua orangtua yang tidak berbicara pasti menyebabkan masalah kesehatan?

Atau, apakah individu yang hidup dalam keluarga bercerai mutlak memiliki risiko penyakit yang lebih tinggi?

Tentu, sangat sulit untuk dipastikan. "Riset ini bak membandingkan apel dan jeruk," kata Emery.

Mengingat keterbatasan dalam hasil penelitian ini, Murphy pun menegaskan,  tidak bisa disimpulkan orangtua yang bercerai namun tetap "akur", pasti memiliki anak yang lebih sehat. Demikian pula sebaliknya.

"Anda pun bisa membayangkan, situasi di mana komunikasi dan kerjasama mungkin tidak terlalu berguna dalam kasus tertentu," katanya.

Baca juga: Perceraian Bisa Jadi Solusi Terbaik untuk Anak

Dia mencontohkan, jika kasus kekerasan dalam rumah tangga menjadi pemicu perceraian, maka sangat mungkin kurangnya komunikasi antara orangtua justru menguntungkan anak-anak.

Kendati demikian, kata Murphy, penelitian ini mungkin bisa menunjukkan bahwa komunikasi bisa menjadi faktor dalam penelitian lain, yang dikaitkan dengan risiko dan efek perceraian bagi anak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.