Cegah Dehidrasi Dengan Konsumsi 11 Sayur dan Buah Ini - Kompas.com

Cegah Dehidrasi Dengan Konsumsi 11 Sayur dan Buah Ini

Kompas.com - 18/01/2018, 14:33 WIB
Ilustrasi makan semangkazoff-photo Ilustrasi makan semangka

KOMPAS.com - Menjaga tubuh tetap terhidrasi memang penting. Sebab dehidrasi akan menyebabkan sakit kepala, kelelahan, masalah kulit, kram otot, tekanan darah rendah, dan denyut jantung cepat. Bila terjadi dalam jangka panjang, dehidrasi bisa menyebabkan komplikasi dan kegagalan organ.

Menjaga tubuh tetap terhidrasi bisa dilakukan dengan mengonsumsi air putih dan juga mengonsumsi sayur dan buah yang mengandung banyak air.

Dilansir dari Health, kebutuhan air pada tubuh tidak hanya berasal dari air putih saja, tapi juga dari makanan. Sekitar 20 persen asupan air bisa diperoleh dari buah dan sayur. Berikut sebelas sayur dan buah yang banyak mengandung air dan mencegah dehidrasi terjadi.

1. Timun

Timun mengandung sekitar 95 sampai 96,7 persen air. Timun juga vitamin C, kalium, vitamin K dan asam kafeik, yang membantu mencegah iritasi kulit, mengurangi iritasi, dan dehidrasi. Itulah sebabnya mentimun sering digunakan untuk meredakan mata bengkak dan iritasi sengatan matahari.

Sayuran ini juga bisa dikonsumsi secara langusng, dicampur dalam salad atau air es, atau dibuat sup mentimun dengan mencampurkan yogurt tanpa lemak, daun mint, dan es batu. Mentimun juga baik dikonsumsi ketika melakukan diet karena rendah kalori sehingga menjaga berat badan.

2. Selada

Selada mengandung 95 sampai 96 persen air, vitamin K, vitamin A, dan folat yang membantu menjaga kesehatan tulang, sistem kekebalan tubuh, dan mencegah dehidrasi.

Setiap hari tubuh membutuhkan 5 persen folat. Bagi ibu hamil, folat sangat penting untuk mencegah terjadinya cacat pada bayi. Sama seperti mentumun, selada juga mengandung rendah kalori dan baik untuk dikonsumsi ketika melakukan diet. Kamu bisa mengonsumsi selada untuk campuran salad atau sandwich.

3. Seledri

Seledri mengandung 95,4 persen air, vitamin A, vitamin K, dan folat. Sayuran ini memiliki sedikit kalori, kira-kira 6 kalori per tangkai. Karena kaya akan serat dan air, seledri membantu membuat perut menjadi mudah kenyang dan mengurangi nafsu makan.

Berkat kandungan airnya yang tinggi, seledri bisa mencegah dehidrasi, menetralisir asam lambung, dan sering direkomendasikan untuk mengobati perut mulas.

Selain itu, seledri diyakini melindungi tubuh dari penyakit jantung, beberapa jenis kanker, dan penyakit tulang seperti osteoporosis. Kamu dapat mengonsumsi seledri sebagai campuran pada sup atau jus.

Ilustrasi tomat.SHUTTERSTOCK Ilustrasi tomat.
4. Tomat

Tomat mengandung 94 persen air, vitamin A, vitamin C, dan antioksidan, seperti likopen yang mencegah terjadinya dehidrasi, penyakit jantung dan kanker postat. Kamu dapat mengonsumsi tomat dengan mudah. Baik itu dimakan langsung atau diolah menjadi jus, saus, salad, atau sup.

5. Paprika

Paprika mengandung 90 sampai 93,9 persen air, serat, vitamin B, vitamin C, dan kalium, serta antioksidan seperti karoteniod, yang dapat mencegah dehidrasi, kanker, dan penyakit mata.

Menurut Healthline, paprika mengandung vitamin C tertinggi dibanding sayur atau buah lainnya. Vitamin C pada paprika dapat membantu tubuh menyerap zat besi lebih cepat dan lebih efektif, menjaga kesehatan tulang, dan melindung sel dari kerusakan efek radikal bebas. Kamu dapat mengonsumsi paprika dengan mencampurkannya pada salad atau dengan menumisnya.

6. Kembang kol

Kembang kol mengandung 92 persen air, vitamin dan mineral, seperti kolin yang tidak ditemukan pada makanan mana pun selain kembang kol. Selain mencegah dehidrasi, kolin pada kembang kol dapat menjaga kesehatan otak dan metabolisme tubuh.

Kembang kol juga menurunkan kolesterol dan mencegah kanker payudara. Kamu dapat mengonsumsi kembang kol dalam campuran salad atau menumisnya dengan sayuran lain.

7. Semangka

Semangka mengandung 91 sampai 92 persen air, vitamin C, vitamin A, magnesium, serta antioksidan seperti likopen yang lebih tinggi dibanding tomat. Mengonsumsi semangka menjaga tubuh tetap terhidrasi dan mengurangi nafsu makan karena membuat perut kenyang.

Selain itu, semangka juga mengurangi terjadinya kerusakan oksidatif pada sel yang dikaitkan dengan penyakit jantung dan diabetes. Kamu dapat mengonsumsi semangka secara langsung atau mengolahnya sebagai jus atau es buah.

8. Belimbing

Belimbing megandung 91 persen air, vitamin C, dan antioksidan seperti epicatechin, yang mencegah dehidarsi dan membuat jantung lebih sehat. Namun, bagi penderita ginjal mengonsumsi belimbing dapat membahayakan tubuhnya karena kadar asan oksalatnya yang tinggi. Kamu dapat mengonsumsi belimbing sebagai salad buah atau jus.

IlustrasiThinkstockphotos Ilustrasi
9. Stroberi

Stroberi mengandung 91 persen air, vitamin C, mangan dan antioksidan yang bisa mencegah dehidrasi dan berbagai macam peradangan.

Mengonsumsi buah ini secara rutin akan mengurangi terjadinya peradangan sehingga menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, berbagai jenis kanker, dan penyakit Alzheimer. Kamu dapat mengonsumsi buah ini dengan memakannya langsung, mencampurnya dengan puding dan yogurt, atau dibuat jus.

10. Jeruk bali

Jeruk bali mengandung 88 sampai 90 persen air, vitamin A, vitamin C, kalium, dan folat. Pada beberapa penelitian, mengonsumsi jeruk bali per hari dapat menurunkan kolesterol buruk (LDL) sebesar 15,5 persen dan trigliserida sebesar 27 persen.

Selain menjaga tubuh dari dehidrasi, mengonsumsi jeruk bali juga menjaga berat badan karena mampu menstabilkan gula dalam darah dan membakar lemak, serta menjaga tekanan darah. Jeruk bali bisa dikonsumsi secara langsung, dibuat smoothies, atau salad.

11. Blewah

Buah segar ini mengandung 90 persen air dan kaya vitamin A dan vitamin C. Mengonsumsi blewah bisa mencegah tubuh dari dehidrasi, dan tentunya melindungi tubuh dari infeksi atau peradangan. Buah ini dapat dinikmati secara langsung, dicampurkan dengan yogurt, atau dibuat smoothies.


EditorWisnubrata
Sumber

Close Ads X