Kompas.com - 24/01/2018, 15:00 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

Lalu, pada tugas kedua mereka diminta untuk menciptakan nama "keren" untuk sebuah restoran mie baru.

Hasil kerja kedua kelompok itu lalu mendapatkan penilaian objektif dari para siswa lain yang tak menjadi responden dalam riset ini. 

Baca juga: Ingin Kurangi Kopi dan Pindah ke Teh? Begini Caranya...

Disebutkan, ujian itu dirancang untuk mengukur seberapa besar kemampuan anggota dalam kedua kelompok itu dalam mengemukakan gagasan baru. Mereka dipancing untuk berpikir dengan cara yang baru, dan berbeda.

Kriteria yang digunakan dalam pengujian ini, "atraktif," "kreatif," dan "keren" mungkin terasa agak kabur.

Namun para siswa di kelompok peminum teh ternyata terlihat lebih mampu memetakan penugasan itu.

Kelompok peminum teh terlihat unggul dalam kedua tes tersebut, dibandingkan kelompok peminum air. 

Namun pertanyaan lanjutannya adalah kandungan apa di dalam teh yang memungkinkan adanya perbedaan hasil tersebut?

Jawaban yang jelas adalah bahwa teh hitam mengandung kafein dan theanine, senyawa yang mampu meningkatkan kognisi dan memperbaiki fungsi otak secara umum.

Namun ternyata, baik kafein maupun theanine membutuhkan waktu yang agak lama untuk mempengaruhi peminumnya.

Lagi pula, secangkir kecil teh yang umum dikonsumsi orang tidak cukup mengandung banyak senyawa kafein dan theanine hingga bisa berefek sebesar itu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Sumber 360nobs


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.