Kompas.com - 27/01/2018, 15:00 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

KOMPAS.com - Ibu hamil sering mengeluhkan masalah gatal pada vagina. Kehamilan memang dapat membuat wanita lebih rentan terhadap sejumlah infeksi vagina, terutama yang disebabkan bakteri dan jamur.

Perubahan hormon merupakan salah satu pemicu, namun beberapa kebiasaan dapat memperparah rasa gatal yang terjadi.

Berikut ini adalah sejumlah kebiasaan yang bisa memicu kondisi tersebut. 

Memakai celana dalam terlalu ketat

Hindari penggunaan celana yang terlalu ketat karena dapat menyebabkan daerah di sekitar vagina menjadi lembap.

Kondisi yang lembap ini memungkinkan bakteri dan jamur tumbuh subur. Pakaian yang ketat juga dapat menyebabkan iritasi kulit.

Baca juga: 5 Perilaku Seks yang Membahayakan Vagina

Sebaiknya ibu hamil memilih pakaian dalam berbahan katun yang nyaman, dan memiliki daya serap yang baik.

Tidur menggunakan pakaian dalam

Tidur tanpa pakaian dalam setelah membersihkan diri, diketahui dapat meningkatkan kenyamanan sekaligus mengurangi risiko infeksi dan iritasi di sekitar area vagina.

Kurang minum dan sering menahan buang air kecil

Minum lebih banyak air dan BAK teratur dapat membantu tubuh mengeluarkan penyebab infeksi vagina melalui air kemih.

Kurang cermat membersihkan organ intim setelah buang air

Saat hamil, membersihkan organ intim memang menjadi lebih sulit akibat besarnya perut. Meski begitu, usahakan untuk selalu membilas dari arah depan ke belakang. 

Kemudian lap kering menggunakan tisu atau handuk sebelum kembali memakai celana agar tidak lembap.

Ini berlaku untuk semua wanita, tidak hanya bagi ibu hamil, demi menghindari penyebaran bakteri dari anus ke vagina.

Baca juga: Banyak Wanita Tak Puas, Adakah Bentuk Vagina yang Normal?

Terlalu banyak mengonsumsi makanan manis

Jenis makanan yang terlalu manis mempermudah pertumbuhan jamur.

Kurang Istirahat

Ibu hamil yang kurang istirahat dapat menyebabkan tubuh kesulitan melawan infeksi.

Mengatasi vagina gatal saat hamil

Jika ibu hamil mengeluh gatal pada vagina saat hamil, jangan ragu untuk menanyakannya pada dokter kandungan, sehingga bisa diberikan penanganan yang sesuai dengan penyebabnya.

Terutama jika gatal disertai dengan munculnya keputihan yang tidak normal (berwarna kekuningan/kehijauan, beraroma tidak sedap). 

Atau, jika ada tanda kemerahan maupun luka pada bibir vagina. Juga jika timbul rasa perih saat buang air kecil dan berhubungan intim.

Baca juga: Simak, Tips Atasi Gatal di Perut Saat Hamil

Perbaiki kebiasaan yang telah disebut di atas untuk membantu pengobatan dari dokter dan untuk mencegah vagina gatal timbul kembali.

Jika semua cara di atas telah dilakukan, namun rasa gatal tak kunjung hilang, atau kian memburuk, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapat evaluasi pengobatan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Alodokter
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.