Kompas.com - 31/01/2018, 09:23 WIB
. VIA THINKSTOCK.
EditorGlori K. Wadrianto

Ternyata, ada dua hal utama yang harus selalu diingat saat kita hendak menjalin hubungan "berbeda" semacam itu. 

1. Menyadari kepribadian yang berubah berdasarkan bahasa dan lokasi

Menurut psikolog dan ahli bahasa yang telah mempelajari orang-rang dengan multibahasa, bergantung pada bahasa asli kita, akan membuat kepribadian kita terlihat berbeda.

Kita akan bisa merasa lebih nyaman atau lebih ekspresif dalam satu bahasa terhadap lawan bicara kita.

Nah, ketika berada dalam hubungan multibahasa, ini berarti dinamika hubungan kita dapat berubah secara dramatis, akibat perbedaan penggunaan bahasa tersebut.

Contoh yang bagus adalah sebuah pengalaman yang dialami teman Keyes, Toshi dan Jane saat mereka bepergian ke luar negeri.

Keduanya mampu berbicara dalam bahasa Inggris dan Jepang. Kebanyakan mereka menggunakan bahasa Jepang saat berada di depan umum, dan memakai bahasa Inggris saat di rumah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, ketika mereka bepergian ke Amerika Serikat, Jane melihat, Toshi berubah menjadi seseorang yang paling menyenangkan yang tak pernah dia lihat sebelumnya.

"Dia terasa menjadi lebih terbuka, sangat berpendirian, mau memegang tanganku, memeluk pinggangku, dan bahkan menciumku di depan umum," kata Jane.

"Itu adalah sebuah perubahan, dan ini menjadi perjalanan tiga minggu yang sangat romantis."

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.