Seni dan "Taste", Bentengi Kopi Tradisional dari Gempuran Kopi Modern

Kompas.com - 19/02/2018, 12:00 WIB
Pemilik Kopi Johny, Johny Poluan saat menyajikan kopi di kedainya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta.  KOMPAS.com/Nabilla TashandraPemilik Kopi Johny, Johny Poluan saat menyajikan kopi di kedainya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ngopi kini sudah menjadi salah satu tren gaya hidup, berbarengan dengan suburnya konsep-konsep kedai kopi yang semakin modern.

Biji-biji kopi dalam negeri hingga lintas negara disajikan. Dipadukan dengan beragam rasa dan kreasi untuk racikan terbaik. 

Tak hanya di Indonesia, meminum kopi pun menjadi tren di banyak belahan dunia.

Salah satu artikel di laman Guardian.com edisi 26 Januari 2018 misalnya, membahas soal budaya minum teh di Rwanda, yang mulai bergeser ke budaya minum kopi.

Rwanda, -negara di Afrika bagian timur, dikenal sebagai negara peminum teh.

Namun kini, seiring dengan tren minum kopi yang terus melebar, negara tersebut kini harus menggenjot produksi dan impor kopi untuk memenuhi permintaan pasar.

Sementara itu, dari situs Korea JoongAng Daily disebutkan, berdasarkan data Korea Customs Service (KCS), pasar kopi Korea untuk pertama kalinya menembus kisaran 11,7 triliun Won di 2017.

Angka itu setara dengan sekitar 26,5 miliar gelas kopi disajikan tahun lalu di Korea, dengan rata-rata konsumsi 512 gelas per orang per tahun.

Peluang besar industri kopi juga disinggung Presiden Joko Widodo saat membuka Konferensi 2018 Forum Rektor se-Indonesia di Auditorium AP Pettarani Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Kamis (15/2/2018).

Menurut Presiden, sudah saatnya Indonesia jeli melihat peluang dan membuka jurusan atau fakultas yang dapat menyerap tenaga kerja penghasil kopi.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X