Kompas.com - 19/02/2018, 22:00 WIB
. VIA THINKSTOCK.

KOMPAS.com - Krim pemutih kulit menjadi primadona di industri kecantikan saat ini. Bagaimana tidak, banyak orang, terutama kaum hawa, yang ingin kulitnya putih, agar terlihat lebih cantik.

Namun di samping itu, beredar pula mitos-mitos yang salah tentang pemutih kulit.

Berikut ini adalah mitos-mitos yang perlu kita ketahui.

Mitos 1: Aman memakai krim pemutih di bawah sinar matahari.

Fakta: Tiap kali kita keluar rumah, disarankan untuk selalu memoleskan tabir surya ke kulit.

Pilih produk yang memberikan perlindungan dari sinar UVA dan UVB dengan kadar SPF minimal 15.

Selain itu, gunakan pelindung lainnya seperti topi bertepi lebar, kacamata, payung, atau pakaian yang menutupi kulit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Krim pemutih yang mengandung hydroquinone tidak akan efektif jika terpapar sinar matahari.

Baca juga : Ini Bukti Bahaya Nyata Sinar Matahari pada Kulit Wajah

Mitos 2: Tidak perlu memakai tabir surya saat cuaca mendung.

Fakta: Mungkin selama ini kita berpikir, faktor yang membuat kulit menghitam adalah teriknya sinar matahari.

Sehingga, dengan mudah kita meninggalkan tabir surya ketika ke luar rumah saat cuaca mendung. Padahal saat itu masih siang hari.

Kenyataannya, radiasi sinar matahari masih bisa menembus cuaca mendung dan mengenai kulit. Akibatnya kulit menjadi lebih gelap.

Beberapa produsen juga kerap menambahkan sun protection factor (SPF) pada kosmetiknya, seperti bedak dan alas bedak.

Namun SPF pada kosmetik bisa benar-benar bereaksi ketika pengaplikasian pada wajah dilakukan sebanyak 15 kali olesan.

Jika hanya satu olesan seperti riasan normal yang kita lakukan sehari-hari, tidak akan berpengaruh dalam melindungi kulit.

Jadi selalu kenakan tabir surya, terutama pada pukul 10.00-16.00, baik pada saat cuaca panas atau mendung.

Ulangi penggunaannya tiap dua jam sekali dan ketika berkeringat, terutama jika kita bekerja di luar ruangan.

Baca juga: Kebiasaan Pagi yang Berdampak Buruk pada Kulit

Mitos 3: Produk mahal pasti lebih bagus.

Fakta: Tidak juga. Pada dasarnya kandungan yang terdapat pada setiap krim pemutih hampir sama.

Krim pemutih yang dijual di supermarket bisa jadi lebih efektif daripada krim pemutih kulit yang dijual di toko-toko ternama.

Ada orang yang memakai produk murah, tapi hasilnya memuaskan karena kulitnya cocok dengan produk tersebut.

Namun, bukan berarti pula bahwa produk mahal tidak bagus. Keduanya sama bagusnya.

Semua tergantung kepada pilihan. Jika kita mampu membeli produk mahal, kenapa tidak?

Yang penting, pastikan kita tahu apa kandungan krim pemutih kulit yang kita pakai dan krim tersebut cocok untuk jenis kulit kita.

Baca juga: Bagaimana Memilih Sabun Mandi yang Cocok untuk Kulit?

Mitos 4: Tipe kulit tidak akan pernah berubah.

Fakta: Mitos ini tidak benar. Tipe kulit dapat berubah, hal ini dipengaruhi oleh faktor  lingkungan, musim, hingga perubahan hormon yang terjadi di dalam tubuh seseorang.

Penting untuk rutin menjaga dan memantau kesehatan kulit untuk melihat apakah terdapat perubahan warna, bercak, atau masalah kesehatan lain pada kulit.

Jika merasa kulit bermasalah, kita dapat segera berkonsultasi dengan dokter.

Mitos 5: Hydroquinone aman digunakan. 

Fakta: Hydroquinone merupakan zat pemutih yang bisa menghambat produksi melanin atau zat pigmen pada kulit.

Penggunaan zat ini dapat menimbulkan efek samping berupa iritasi ringan seperti gatal, perih, hingga kemerahan pada kulit.

Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan bahwa zat ini dapat memicu kanker.

Tetapi hingga saat ini belum terdapat laporan mengenai kejadian penyakit kanker yang berkaitan dengan penggunaan hydroquinone pada manusia.

Kendati demikian, penggunaan zat ini sebagai pemutih kulit bebas telah dilarang dan obat ini tidak terdaftar di BPOM.

Baca juga: Tiru Perawatan Kulit dari 5 Selebriti Korea Selatan

Mitos 6: Setelah mendapatkan kulit putih, kita bisa berhenti menggunakan krim pemutih.

Fakta: Sebelum kita menggunakan krim pemutih wajah, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter ahli tentang cara penggunaan, risiko, komposisinya.

Mitos 7: Kulit putih identik dengan wanita cantik.

Fakta: Selama ini banyak yang menganggap wanita cantik adalah mereka yang memiliki kulit putih. Hal itu didukung pula oleh beberapa iklan krim pemutih kulit.

Ketahuilah bahwa kecantikan seseorang tidak dilihat dari warna kulitnya saja. Percaya dirilah dengan apa yang kita miliki.

Hanya dengan cara itu, kecantikan akan terpancar dengan sendirinya.

Jika ingin produk pemutih untuk mencerahkan kulit, disarankan untuk berkonsultasi dan bertanya-tanya terlebih dahulu kepada dokter ahli.

Dokter bisa merekomendasikan produk pemutih kulit apa yang sesuai dengan jenis kulit kita, dan menjelaskan risiko dan manfaatnya bagi kesehatan.



Sumber Alodokter
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.