Kompas.com - 14/03/2018, 17:00 WIB

KOMPAS.com - Seolah cara konvensional kurang cukup untuk menunjukan rasa cinta pada orang terkasih, dalam beberapa tahun terakhir tren penggunaan tanda ikatan yang lebih permanen.

Setelah tato cincin pertunangan, kini ada tren menindik jari manis. Tidak sembarangan, bagian jari yang ditindik juga diberi perhiasan yang identik dengan keabadian, yaitu berlian.

Jika kamu membutuhkan cincin pertunangan tapi merasa memakai cincin tidak praktis atau takut akan hilang, mungkin kamu bisa mencoba gaya yang satu ini.

Dikutip dari nypost.com, tren perhiasan implan dalam beberapa waktu terakhir meningkat di kalangan millenial.

Dalam hal pemakaian imlan "cincin", berlian akan ditempatkan dalam semacam jangkar kecil yang bisa ditanam ke dalam kulit.

Tak seperti tindik biasa yang akan menembus daging hingga ke sisi lainnya, untuk menempatkan "cincin" ini, penindik harus menghilangkan sedikit bagian dari kulit dengan alat yang disebut dermal punch.

Ini dilakukan sebelum menggunakan gunting tang untuk memasukkan "cincin" tersebut ke dalam lubang kecil yang telah dibuat.

Prosedur ini akan menghasilkan mata berlian yang seperti "menempel" di bagian tengah jari manis dan akan lebih permanen dari cincin pertunangan biasa. Melepas "cincin" implan tersebut akan sedikit sakit.

Jika dilepas, kulit bekas tindikan tersebut akan ditolak oleh tubuh dan sel-sel akan bertumbuh di sekitarnya. Sehingga menghasilkan bekas luka berbentuk lingkaran. Walau begitu, demi cinta ada saja orang yang melakukannya.

Berminat mencoba?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber nypost.com
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.