Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 14/03/2018, 17:00 WIB
Nabilla Tashandra,
Lusia Kus Anna

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Seolah cara konvensional kurang cukup untuk menunjukan rasa cinta pada orang terkasih, dalam beberapa tahun terakhir tren penggunaan tanda ikatan yang lebih permanen.

Setelah tato cincin pertunangan, kini ada tren menindik jari manis. Tidak sembarangan, bagian jari yang ditindik juga diberi perhiasan yang identik dengan keabadian, yaitu berlian.

Jika kamu membutuhkan cincin pertunangan tapi merasa memakai cincin tidak praktis atau takut akan hilang, mungkin kamu bisa mencoba gaya yang satu ini.

Dikutip dari nypost.com, tren perhiasan implan dalam beberapa waktu terakhir meningkat di kalangan millenial.

Dalam hal pemakaian imlan "cincin", berlian akan ditempatkan dalam semacam jangkar kecil yang bisa ditanam ke dalam kulit.

 

Microdermal wykonany przy u?yciu bi?uterii @wildcat_polska! #microdermal #dermal #finger #fingerpiercing #piercing #piercinggoals #piercingshop #bodypiercing #bodymods #jewellery #like #engagementring #ring #work

A post shared by Patrycja Nowak (@patrysiekk) on Feb 22, 2018 at 4:40am PST

Tak seperti tindik biasa yang akan menembus daging hingga ke sisi lainnya, untuk menempatkan "cincin" ini, penindik harus menghilangkan sedikit bagian dari kulit dengan alat yang disebut dermal punch.

Ini dilakukan sebelum menggunakan gunting tang untuk memasukkan "cincin" tersebut ke dalam lubang kecil yang telah dibuat.

Prosedur ini akan menghasilkan mata berlian yang seperti "menempel" di bagian tengah jari manis dan akan lebih permanen dari cincin pertunangan biasa. Melepas "cincin" implan tersebut akan sedikit sakit.

Jika dilepas, kulit bekas tindikan tersebut akan ditolak oleh tubuh dan sel-sel akan bertumbuh di sekitarnya. Sehingga menghasilkan bekas luka berbentuk lingkaran. Walau begitu, demi cinta ada saja orang yang melakukannya.

Berminat mencoba?

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com