Kompas.com - 28/03/2018, 09:00 WIB
Grup band Slank beraksi dalam konser Slank in Love di Balai Sarbini, Jakarta, Selasa (27/2/2018). Slank tampil membawakan sejumlah tembang andalan mereka Slank in Love, I Miss You but I Hate You, Mawar merah dalam konser yang bertemakan Cinta ini. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGGrup band Slank beraksi dalam konser Slank in Love di Balai Sarbini, Jakarta, Selasa (27/2/2018). Slank tampil membawakan sejumlah tembang andalan mereka Slank in Love, I Miss You but I Hate You, Mawar merah dalam konser yang bertemakan Cinta ini.

KOMPAS.com - Kalau kamu termasuk orang yang rutin nonton konser musik, kamu beruntung. Selain melepas dahaga menyaksikan idola di atas panggung, kegiatan ini jika dilakukan rutin juga berdampak bagi kesehatan.

Bahkan, menurut studi, seperti dikutip dari New York Post, efeknya lebih baik daripada melakukan yoga. 

Kesimpulan studi ini didapat setelah para peneliti melakukan tes psikometri terhadap para peserta. Mereka dipasangi monitor detak jantung, kemudian diminta melakukan kegiatan secara terpisah.

Ada yang menonton konser Paloma Faith, sesi yoga atau mengajak anjing jalan-jalan.

Tes psikometri dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan menemukan bahwa mereka yang menyaksikan konser Paloma Faith selama 20 menit memiliki tingkat "kesehatan" lebih tinggi daripada peserta lain.

Penelitian yang dilakukan oleh Patrick Fagan, ahli dalam ilmu perilaku dan dosen di Goldsmith's University di London, menunjukkan mood mereka yang menonton konser juga meningkat sebesar 21 persen.

Sebaliknya, para peserta yang mengambil sesi yoga selama 20 menit, kesehatan mereka hanya meningkat sekitar 10 persen.

Sementara mereka yang mengajak anjing berjalan-jalan, kebahagiaan mereka hanya mengalami kenaikan tujuh persen.

“Penelitian ini menunjukkan konser sangat berdampak pada perasaan sehat, bahagia dan wellbeing, di mana perlu dilakukan rutin setiap dua minggu,” kata Fagan yang bekerja dengan O2 dalam penelitian ini.

Studi ini dilakukan terhadap 60 orang dengan tes psikometri, yang dirancang secara khusus untuk menilai tingkat kesejahteraan mental atau stres, kebahagiaan dan bagaimana sikap mereka terhadap orang lain.

Halaman:


Sumber nypost.com
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X