Kompas.com - 22/05/2018, 20:00 WIB

Berdasarkan riset sebelumnya, penulis menemukan 41 persen wanita yang melakukan perawatan kesuburan memiliki gejala depresi.

Sementara itu, riset lain menemukan 50 persen pria yang melakukan perawatan fertilisasi in-vitro (IVF) mengalami depresi.

Dalam riset ini, peneliti menganalisis data dari 1.650 wanita dan 1.608 pria.

Riset dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh potensial depresi pada pasangan yang melakukan perawatan non-IVF.

Hasil riset menemukan, pada wanita ada 5,96 persen yang memiliki depresi berat yang aktif.

Sementara itu, hanya 2,28 persen pria dalam riset yang menderita depresi berat aktif.

Riset juga menemukan wanita yang mengonsumsi non-SSRI, berisiko 3,5 kali lebih besar mengalami keguguran trimester pertama, dibanding yang tak mengonsumsi antidepresan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.