Pro-Kontra Seputar Efek Samping Kedelai pada Pria

Kompas.com - 13/06/2018, 10:45 WIB
Ilustrasi kedelai Ilustrasi kedelai

KOMPAS.com — Banyak pakar diet yang percaya akan kandungan kedelai yang kaya akan protein dan bebas lemak.

Namun, banyak juga yang berpendapat jika kedelai dapat menghambat hormon reproduksi pria.

Selama ini, kedelai selalu dianggap sebagai makanan yang mengganggu fungsi seksual dan hormon seks pria.

Contohnya, banyak riset yang mencoba membuktikan efek konsumsi kedelai secara teratur berpotensi menurunkan konsentrasi sperma.

Riset yang pernah dilakukan oleh Harvard School of Public Health tahun 2008 pernah membuktikan efek kedelai pada pria.

Menurut riset tersebut, pria yang mengonsumsi rata-rata setengah porsi kedelai sehari memiliki efek yang sama pada penderita kelebihan berat badan dan obesitas.

Sementara itu, riset lain tahun 2011 meneliti efek kedelai pada pria berusia 19 tahun yang mengonsumsi kedelai dalam jumlah besar sebagai bagian dari pola makan vegan.

Setelah analisis yang cermat, periset menyimpulan konsumsi kedelai berefek pada disfungsi ereksi dan hiposeksualitas. Tingkat testosteron pria juga turun drastis.

Dilansir dari Independent, ahli nutrisi Harley Street, Rhiannon Lambert, mengatakan bahwa hasil riset di atas tidak sepenuhnya benar.

Menurutnya, penelitian tersebut dilakukan hanya dengan satu peserta yang merupakan penderita diabetes tipe satu.

Oleh karena itu, mungkin ada faktor tambahan yang memengaruhi hasilnya.

"Kami tidak mungkin menerapkan hasil riset yang hanya memakai satu subyek penelitian untuk  populasi yang lebih besar," katanya.

Halaman:



Close Ads X