Konsistensi, Kunci agar Olahraga Tak Sia-Sia

Kompas.com - 09/08/2018, 16:22 WIB
Ilustrasi olahraga push up ElNarizIlustrasi olahraga push up

Kemudian, ia akan menambahkan frekuensi gerakan secara bertahap.

"Jika kita melakukan pull up 10 kali pada hari senin, kita akan merasakan sakit sampai hari kamis. Lalu, pada hari kamis kita tetap hanya melakukan 10 kali gerakan pull up," kata dia.

Sementara, hanya melakukan lima kali gerakan pull up setiap hari, jumlah gerakan yang kita lakukan akan lebih banyak.

Baca juga: 5 Olahraga Ringan yang Bisa Dilakukan Saat Bepergian

Zahabi menjelaskan dengan memaksa diri berolahraga sampai di luar batas kemampuan, kita sebenarnya mengurangi jumlah waktu yang dapat digunakan untuk berolahraga.

Baca juga: Ingin Perut Rata? Terapkan 3 Olahraga Berikut...

Ini terjadi karena tubuh kita membutuhkan lebih banyak waktu untuk melakukan pemulihan.

“Padahal olahraga dapat menghasilkan energi," papar Zahabi.

Jika dihitung dengan menggunakan skala 10, olahraga dapat memberi kita level energi dari tujuh hingga 8,5.

Namun, setelah mendapatkan endorfin dan dorongan energi yang tinggi, kita harus berhenti.

"Jangan sampai ke tahap di mana tubuh berdetak kencang, nafas tersenggal-senggal. Intinya jangan melebihi kemampuan tubuh," paparnya.

"Orang-orang selalu merasa cemas. Mereka berolahraga berlebihan, memaksa tubuh mereka," ucap dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X