Pro Kontra Imbauan Tak Kirim Sufor untuk Anak Korban Bencana, Bagaimana Seharusnya?

Kompas.com - 14/08/2018, 20:34 WIB
Twit Sutopo tentang pemberian susu formula kepada korban bencana gempa bumi di Lombok yang tuai respons warganet. Dok. Sutopo PurwoTwit Sutopo tentang pemberian susu formula kepada korban bencana gempa bumi di Lombok yang tuai respons warganet.

Menurunnya jumlah produksi ASI

Ia mengatakan, kondisi mental dan emosional yang dialami seorang ibu menyusui memungkinkan turunnya jumlah produksi ASI.

Namun, hal tersebut tidak menyebabkan seorang ibu benar-benar berhenti memproduksi ASI.

"Kecuali ibunya benar-benar stres dan tidak mau menyusui anaknya," ujar dia.

Nia menambahkan, dalam kondisi bencana, keadaan seorang ibu menyusui akan lebih baik dibandingkan yang tidak menyusui.

Hal tersebut karena hormon oksitosin meningkat sehingga merasa lebih tenang.

Lantas, bagaimana yang harus dilakukan masyarakat yang tetap ingin membantu pemberian susu formula kepada para korban bencana?

Menurut Nia, respons yang muncul tersebut dikarenakan masyarakat kurang memahami risiko pemberian susu formula.

Ia menjelaskan, penyaluran bantuan susu formula lebih baik disalurkan melalui dinas kesehatan, bukan diberikan secara langsung kepada masyarakat korban bencana.

Pemberian susu formula kepada anak tidak dapat dilakukan secara sembarangan.

Halaman:
Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X