Obsesi Makanan Sehat Bisa Datangkan Bencana - Kompas.com

Obsesi Makanan Sehat Bisa Datangkan Bencana

Lusia Kus Anna
Kompas.com - 12/10/2017, 12:00 WIB
Ilustrasi makanan sehatMartinina Ilustrasi makanan sehat

KOMPAS.com - Dianggap paling menyehatkan dan bisa menurunkan berat badan, demam pola makan bersih (clean eating) masih melanda dunia. Istilah clean eating bisa diartikan sebagai pola makan sehat yang lebih alami atau dimasak dengan sehat.

Penganut clean eating biasanya akan menghindari bahan makanan mengandung gluten (protein dalam tepung), gula, susu dan semua produk hewani, serta makanan yang dipores. Sebagian lagi bahkan hanya mengasup makanan vegan dan seluruhnya mentah.

Pada dasarnya pola makan ini dianjurkan karena menempatkan kesehatan dan kebugaran sebagai prioritas. Tetapi, lain ceritanya jika sudah menjadi sebuah obsesi.

Para ahli psikolog menyebut obsesi itu sebagai "Orthorexia nervosa". Istilah ini diciptakan tahun 1990-an oleh Steven Bratman, dokter di San Francisco, AS. Dalam beberapa tahun terakhir ia melihat ada peningkatan insiden gangguan pola makan ini yang terkait dengan diet clean eating.

Menurut profesor psikologi Patrick Denoux, orang yang memiliki orthorexia adalah "tawanan dari berbagai aturan yang dibuatnya sendiri".

Karena menetapkran aturan yang ketat soal apa yang boleh dimakan olehnya, penganut clean eating yang obsesif akan mengisolasi dirinya. Misalnya saja mereka akan menghindari acara sosial yang melibatkan makan-makan. Dalam kasus ekstrem, hal ini bahkan membahayakan nyawa.

Salah satu contoh adalah pasien ahli nutrisi Sophie Ortega yang mengalami kekurangan vitamin B12 sehingga penglihatannya terganggu. Vitamin itu bisa kita temukan pada telur, produk susu, daging dan ikan. Itu sebabnya penganut vegetarian sering kekurangan vitamin B12 jika tidak menggantinya dengan suplemen.

"Pasien saya itu lebih memilih kehilangan penglihatannya dari pada menyangkal komitmennya kepada binatang," kata Ortega.

Berbeda dengan anoreksia dan bulimia, orthorexia memang belum dimasukkan dalam diagnosis medis. Para ahli menyebut gangguan makan ini lebih mirip dengan phobia.

Orthorexia bisa diatasi dengan melakukan terapi perilaku kogntif yang akan mengarjkan pasien untuk menghadapi kecemasannya terhadap makanan serta teknik rileksasi.

PenulisLusia Kus Anna
EditorLusia Kus Anna
Komentar

Terkini Lainnya

Ini Trik Murah Ala Ratu Elizabeth Atasi 'Jet Lag'

Ini Trik Murah Ala Ratu Elizabeth Atasi "Jet Lag"

Eat Good
Bagaimana Jika Putri-putri Disney Tak Lagi Langsing?

Bagaimana Jika Putri-putri Disney Tak Lagi Langsing?

Look Good
Pahami, Mitos dan Fakta Seputar Kanker Payudara

Pahami, Mitos dan Fakta Seputar Kanker Payudara

Feel Good
Bau Mulut Tak Diatasi? Ini Akibatnya...

Bau Mulut Tak Diatasi? Ini Akibatnya...

Feel Good
Inikah Kota-kota di AS dengan Populasi 'Tukang Selingkuh' Terbesar?

Inikah Kota-kota di AS dengan Populasi "Tukang Selingkuh" Terbesar?

Feel Good
Cuma Perlu 3 Alasan Ini untuk Kembali ke Pelukan 'Mantan'

Cuma Perlu 3 Alasan Ini untuk Kembali ke Pelukan "Mantan"

Feel Good
Jelang Menstruasi, Wanita Jadi Doyan Makan, Kenapa?

Jelang Menstruasi, Wanita Jadi Doyan Makan, Kenapa?

Feel Good
Bahaya Tersembunyi Diet Rendah Karbo

Bahaya Tersembunyi Diet Rendah Karbo

Eat Good
IYC 2017, Kolaborasi Orang Muda untuk Masa Depan

IYC 2017, Kolaborasi Orang Muda untuk Masa Depan

Feel Good
Glenn Fredly Sempat Galau dengan Masa Depan Bermusiknya

Glenn Fredly Sempat Galau dengan Masa Depan Bermusiknya

Feel Good
7 Cara agar Malam Ini Bisa Tidur Lebih Cepat

7 Cara agar Malam Ini Bisa Tidur Lebih Cepat

Feel Good
Tiru Gaya Zendaya Tampil Keren Memakai 'Coat'

Tiru Gaya Zendaya Tampil Keren Memakai "Coat"

Look Good
Konsumsi Susu Anak Indonesia Masih Rendah

Konsumsi Susu Anak Indonesia Masih Rendah

Eat Good
Selalu Cuci Muka dengan Sabun Khusus

Selalu Cuci Muka dengan Sabun Khusus

Look Good
Agar Tak 'Kebobolan' Setelah Melahirkan

Agar Tak "Kebobolan" Setelah Melahirkan

Feel Good
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM