Yuk, Lestarikan Lingkungan Mulai dari Rumah dan Diri Sendiri - Kompas.com

Yuk, Lestarikan Lingkungan Mulai dari Rumah dan Diri Sendiri

Kompas.com - 28/09/2018, 06:13 WIB
Salah satu aktivitas Conservacation oleh Ades ketika mengunjungi PLTMH Waerina di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, Kamis (27/9/2018).KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Salah satu aktivitas Conservacation oleh Ades ketika mengunjungi PLTMH Waerina di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, Kamis (27/9/2018).

MANGGARAI TIMUR, KOMPAS.com - Setiap orang punya kewajiban merawat dan melestarikan lingkungan di sekitarnya.

Meski terdengar sederhana, namun masih banyak yang abai mengenai hal ini.

Padahal, Conservation and Marine Planning Senior Manager The Nature Conservancy (TNC) Indonesia, Glaudy Perdanahardja menjelaskan, ada beberapa alasan mengapa konservasi atau pelestarian lingkungan menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan.

Misalnya, manusia membutuhkan lingkungan untuk mempertahankan eksistensi.

"Kalau lingkungan hancur, manusia pasti ikut hancur."

Hal itu diungkapkan Glaudy pada rangkaian acara Conservacation oleh Ades di Desa Bea Muring, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, Rabu (27/9/2018).

Lingkungan juga menyediakan semua hal yang dibutuhkan manusia. Seperti air, udara, tanah untuk bercocok tanam, dan lainnya.

Selain itu, dalam sistem kehidupan, hilangnya satu komponen akan mengganggu keseimbangan alam.

Misalnya, ketika manusia menghabisi populasi ular di salah satu wilayah. Maka di wilayah tersebut tikus-tikus akan semakin banyak dan tak terkendali.

"Kalau kita tidak bisa mempertahankan alam, berarti kita tidak bisa mempertahankan kehidupan manusia. Karena alam memberikan kehidupan bagi kita semua," tuturnya.

Protecting Places Senior Manager The Nature Conservancy (TNC) Indonesia, Glaudy Perdanahardja ketika memberikan pemaparan pada rangakaian acara Conservacation oleh Ades di Desa Bea Muring, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, Rabu (27/9/2018).  KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Protecting Places Senior Manager The Nature Conservancy (TNC) Indonesia, Glaudy Perdanahardja ketika memberikan pemaparan pada rangakaian acara Conservacation oleh Ades di Desa Bea Muring, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, Rabu (27/9/2018).
Mulai dari rumah

Mungkin masih banyak orang yang menganggap konservasi sebagai hal yang rumit. Padahal, konservasi lingkungan bisa dimulai dari lingkup paling kecil dan dilakukan oleh diri sendiri.

"Dari hal paling kecil dari skala rumah tangga. Misal, membuang sampah dan membersihkan rumah secara benar, memberlakukan ladang secara baik," ucap dia.

Hal lainnya adalah bijak dalam menggunakan air. Glaudy mencontohkan toilet modern yang memiliki dua pilihan tombol penyiram (flush).

"Bisa pilih flush yang kecil. Lalu mandi menggunakan shower apakah lebih efisien ketimbang bak mandi? Itu kan mudah dilakukan," kata dia.

Begitu pula soal menanam pohon di lingkungan sekitar. Semua unsur yang ada tanahnya, kata dia, sebetulnya bisa menjadi daerah tangkapan air sehingga suatu daerah tak akan kekurangan air.

Tak perlu mencari lahan tanam yang luas, lahan terbatas di pekarangan rumah pun bisa dimanfaatkan untuk menanam pohon.

Meski begitu, perencanaan tetaplah penting dilakukan. Menurutnya, akan lebih baik jika ada inisiator untuk memulai suatu gerakan konservasi lingkungan pada satu daerah.

Gerakan tersebut nantinya akan menjadi gerakan bersama masyarakat setempat.

"Bisa mengajak yang lain, ayo kita pelihara desa dan sumber daya yang ada di desa daripada hanya mengharapkan bantuan entah dari siapa yang datang," kata Glaudy.


Terkini Lainnya


Close Ads X