Tubuh Kekar Tak Selalu Menarik bagi Wanita - Kompas.com

Tubuh Kekar Tak Selalu Menarik bagi Wanita

Kompas.com - 11/10/2018, 09:52 WIB
Ilustrasi pria berototvuk8691 Ilustrasi pria berotot

KOMPAS.com - Banyak yang berpikir wanita menyukai pria dengan tubuh kekar berotot. Maka tak heran jika tempat gym dipenuhi oleh pria yang berharap memiliki tubuh bak binaraga.

Di media sosial, misalnya, kita akan mudah menemui gambaran pria ideal selalu identik dengan bahu kekar, otot trisep dan bisep yang besar, serta perut six pack.

Namun, kenyataan berbicara sebaliknya. Tak selamanya fisik menjadi fokus utama wanita dalam mencari pasangan.

Nick Cheadle, pelatih kebugaran dari Sydney, mengatakan banyak wanita sebenarnya tidak terlalu peduli dengan tampilan otot pria.

“Kita mendapat lebih banyak pujian soal otot kita dari teman pria di gym daripada dari wanita,” ucapnya.

Jadi, bagi pria yang ingin memiliki tubuh bak binaraga atau influencer gym, pikirkan kembali baik-baik keinginan itu.

Menurut pengalaman, Cheadle mengatakan otot-otot indah yang dimilikinya tak selalu membuat wanita tertarik. Bahkan, wanita tak suka pria yang terlalu berotot dan menonjolkan lekuk tubuh tanpa lemak.

Cheadle mengakui ketika dirinya mulai mempraktikan angkat beban, ia berpikir langkahnya itu adalah 'rahasia' untuk kehidupan yang sukses, popularitas, cara terbaik untuk menggaet wanita, dan mendatangkan kebahagiaan.

Namun, Chaddle merasa tak menyesal pernah terobesesi untuk memiliki bentuk tubuh berotot yang menjadi keinginan banyak pria.

"Itu mengajari saya banyak hal, tetapi harus ada alasan sangat bagus bagi saya untuk melakukan itu lagi di masa depan," kata dia.

Soal tubuh yang bebas lemak, ternyata tidak selamanya baik. Pasalnya lemak berguna juga untuk membuat tubuh tetap bekerja.

"Semakin kurus tubuh kita, semakin sedikit beberapa hal bekerja untuk kita," paparnya.

Lihat saja, para petinju atau olahragawan lain masih memiliki lemak di tubuhnya. Tidak benar-benar mengikisnya sampai otot bermunculan. Mereka membutuhkan lemak untuk memberi tenaga.

Baca juga: Rambut Rontok Hingga Putus Cinta, Kenyataan yang Bakal Dialami Pria

Masalahnya, banyak pria menganggap semakin sedikit lemaknya, makin keren tubuhnya, persis seperti yang sering digambarkan lewat media sosial.

Akibatnya banyak orang yang melakukan berbagai hal demi tubuh yang dianggap ideal, mulai dari diet ekstrem hingga rutin berolahraga.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Saw someone tag me in this & thought it was a pretty good shout even if the dude that created it didn’t tag me. When I first got into lifting, I thought it was the ‘secret’ to a successful life, popularity, women & what I thought happiness was. I don’t regret chasing the conditioning on the left even if that picture is edited AF (I originally posted it as a comparison photo edit vs no edit) because it taught me a lot, but there’s going to have to be a damn good reason for me to do that again in the future. If you’re happy to prioritise your training, your diet, your cardio & hitting your macros above EVERYTHING else in your life - then enjoy that ~5% body fat life ???? If that doesn’t sound like much fun, then aim for something in between & have a tonne of fun whilst doing so ????

A post shared by Nick Cheadle (@nickcheadlefitness) on Aug 1, 2018 at 8:28pm PDT

Padahal, Cheadle menganggap jika konsep tubuh ideal yang selama ini beredar di media sosial bukan hal nyata.

Itu semua hasil dari proses editing yang semakin memperkuat harapan tidak realistis untuk banyak orang.

Menurutnya, membandingkan diri dengan gambaran media sosial seringkali "mencuri" kebahagiaan kita.

Ia menyarankan kepada para pria untuk fokus pada tujuan pribadi daripada melakukan diet dan olahraga ekstrim.

“Jika kita bahagia memprioritaskan olahraga dan diet yang kita jalani, nikmatilah hal itu," ucapnya.

Sebaliknya, jika hal itu membuat kita merasa tak nyaman, lakukan sesuatu untuk membuat kita merasa nyaman saat melakukannya.

Dan ingat, para wanita lebih suka pria yang sehat, bugar, dan menyenangkan daripada pria yang sekedar berotot tapi narsis dan tidak punya waktu untuk pasangannya.



Close Ads X