Kompas.com - 12/10/2018, 06:06 WIB
Ilustrasi berenang ViktorCapIlustrasi berenang
Editor Wisnubrata

Dengan menyesuaikan pola pernapasan, lama-lama kita membangun kapasitas bernapas yang lebih baik. Pastikan untuk tidak memaksakan diri terlalu cepat berjalan. Berikan kesempatan pada tubuh untuk berjalan secara teratur dalam seminggu.

Baca juga: Simak, 4 Alasan untuk Mulai Rutin Jalan Kaki

3. Berenang atau aerobik di air

Setiap jenis gerakan dalam air, entah itu berenang atau melakukan senam di dalam air, adalah aktivitas yang baik untuk orang dengan napas pendek.

Bahkan hanya berjalan di kolam renang sambil menggerakan lengan juga dapat membantu membentuk tingkat kebugaran semakin tinggi sehingga tidak mudah mengalami sesak napas.

Baca juga: Selain Menyegarkan, Ini 9 Manfaat Berenang bagi Kesehatan

4. Tai chi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ilustrasi tai chimiya227 Ilustrasi tai chi
Dengan olahraga tai chi, bukan hanya aktivitas fisik yang didapatkan, melainkan teknik napas kita otomatis juga akan ikut terlatih.

Dengan gerakan tai chi yang lambat dan anggun juga dapat membantu untuk rileks, menenangkan pikiran, memperbaiki postur, dan menjaga keseimbangan tubuh.

Baca juga: Menarik Napas, Menenangkan Diri

Selain olahraga, lakukan latihan pernapasan juga

Latihan pernapasan penting untuk memperkuat otot pernapasan, mendapatkan lebih banyak oksigen, sehingga kamu tidak merasa terlalu sesak. Berikut 2 contoh latihan pernapasan yang bisa dilakukan selama 3-4 kali sehari dengan kondisi napas pendek.

Pursed-lip breathing:

  • Lemaskan otot leher dan bahu.
  • Tarik napas selama 2 detik melalui hidung, dengan kondisi mulut tertutup
  • Embuskan napas selama 4 detik melalui bibir yang mengerucut. Jika ini terlalu lama, cukup embuskan napas sekuat yang kamu bisa.
  • Gunakan pernapasan dengan mengerucutkan bibir ini juga saat berolahraga. Jika kamu mengalami sesak napas, pertama-tama cobalah memperlambat laju pernapasan dan fokus untuk mengeluarkan napas melalui mulut, bukan hidung.

Pernapasan diafragma

  • Berbaring telentang dengan lutut ditekuk.
  • Letakan satu tangan di atas dada, dan satu tangan lagi di atas perut.
  • Tarik napas dalam-dalam melalui hidung selama 3 detik. Perut dan tulang rusuk bagian bawah harus naik, tetapi bagian dada harus tetap diam.
  • Kemudian, pastikan otot-otot perut kencang atau berkontraksi lalu embuskan napas selama 6 detik melalui bibir yang sedikit mengerucut.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.