Kompas.com - 24/10/2018, 13:00 WIB
. Thinkstockphotos.

KOMPAS.com - Sebuah hubungan asmara memang tak selalu diliputi kebahagiaan. Konflik dan berbagai problematika bisa saja datang menerpa.

Namun, ada juga orang yang 'terjebak' dalam hubungan menyakitkan, dan hanya saling menyakiti kedua belah pihak.

Mempertahankan hubungan yang menyakitkan memang terdengar sia-sia. Tapi, banyak pula orang yang justru melakukannya.

Dengan berbagai alasan tentunya. Banyak dari mereka yang memilih mempertahankan hubungan yang hanya 'meracuni' diri sendiri.

Lalu, mengapa ini semua bisa terjadi?

Para peneliti di University of Utah telah menemukan jawabannya.

Berdasarkan riset yang mereka gelar, terungkap, orang bertahan dalam hubungan 'menyakitkan' biasanya merasa pasangannya terlalu bergantung padanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meninggalkannya, membuat mereka akan dihantui perasaan bersalah.

Penelitian sebelumnya juga menemukan, orang yang bertahan dalam hubungan tidak bahagia adalah orang yang mementingkan diri sendiri.

Mereka adalah orang yang tidak ingin hidup sendiri, atau takut tidak akan menemukan pasangan lain.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.