7 Kiat Meditasi demi "Perangi" Kegelisahan dalam Pikiran... - Kompas.com

7 Kiat Meditasi demi "Perangi" Kegelisahan dalam Pikiran...

Kompas.com - 12/12/2018, 14:49 WIB
Ilustrasi cemas, depresiKatarzynaBialasiewicz Ilustrasi cemas, depresi

KOMPAS.com - Pikiran yang gelisah pasti menganggu aktivitas sehari-hari.

Memang, kita tak bisa menghentikan datangnya kegelisahan, tapi kita -ternyata, bisa mengelola dan mencegahnya menguasai diri.

Meditasi adalah jalan keluarnya.

Dalam meditasi, kita diajari untuk mengenali pikiran pemicu rasa cemas.

Selain itu, kita pun menjadi lebih waspada akan hadirnya kecemasan, sehingga kita bisa dengan mudah mengusir perasaan yang tak diinginkan ini.

"Pada dasarnya, kita belajar untuk mengenali dan menanggapi perasaan, daripada langsung bereaksi terhadap perasaan itu," kata Andy Puddicombe, ahli meditasi dan mindfulness.

Namun, sulit mengetahui di mana harus memulai dan apa yang harus dilakukan saat kita benar-benar merasa cemas.

Agar kita tak terjebak dalam kegelisahan yang mendalam, setidaknya ada tujuh kiat meditasi yang ampuh untuk mengusir kegelisahan dalam sekejap.

1. Fokus pada naik dan turunnya napas

Letakkan tangan di atas perut, dan fokus pada pernapasan ketika kita menarik atau menghembuskannya.

Hitung napas kita saat memperhatkan gerakan tubuh —hitungan pertama ketika menarik nafas, dan hitungan kedua ketika menghembuskanya.

Cara ini berguna untuk membawa kita fokus pada momen saat ini. "Lakukan ini selama 10 detik dan ulangi jika perlu," kata Puddicombe.

Baca juga: Demi Kesehatan Mental, Mari Praktikkan Mindfulness di Segala Rutinitas

2. Fokus pada momen

Kita bisa melakukannya dengan memperhatikan apa yang dirasakan tangan saat menekan keyboard, atau bagaimana punggung saat berada di kursi.

Lakukan apa pun yang mendasari di mana kita berada, dan apa yang kita lakukan pada saat itu.

Puddicombe merekomendasikan kita untuk membiarkan pikiran datang dan pergi seperti biasa. Sebab, meditasi bukan berarti pikiran kita kosong.

"Tapi, segera setelah kita menyadari pikiran kita tak terarah, atur agar pemikiran kembali ke sensasi yang kita fokuskan," kata Puddicombe.

Baca juga: Bagaimana Cara Mempertahankan Fokus Pikiran?

3. Lakukan pemindaian seluruh tubuh

Tutup mata dan fokuskan pada dahi kita, kemudian mulai memindai seluruh tubuh sembari berhenti di bagian-bagian tertentu, seperti mata, mulut, leher, dan sebagainya.

"Cara ini dilakukan untuk mencatat setiap sensasi —baik atau buruk, yang kita rasakan," kata Puddicombe.

Jangan memberikan penilaian atau terpaku pada perasaan tertentu. Kita hanya perlu mencatatnya dan melanjutkannya.

Pindai seluruh tubuh 2-3 kali, perhatikan bagaimana perasaan kita, dan bandingkan apa yang kita rasakan sebelum dan sesudah melakukannya.

Baca juga: Berlari Lebih Mampu Tingkatkan Mood Dibanding Meditasi

4. Bayangkan cahaya matahari yang hangat dan cerah menyinari tubuh

Perasaan tenang dan menyenangkan biasanya akan kita rasakan ketika duduk di samping jendela, atau berjemur di pantai dengan sinar matahari yang cerah.

Bayangkan perasaan itu pada saat kita merasa cemas. Bayangkan pula, jika sinar matahari memenuhi setiap bagian tubuh kita, dari jari-jari kaki ke kepala.

"Biarkan kehangatan, cahaya, dan rasa lapang untuk mencairkan ketegangan di dalam tubuh," tambah Puddicombe.

Baca juga: 7 Hal yang Perlu Dihindari Setelah Kulit Terbakar Matahari

5. Biarkan pikiran memikirkan apa pun yang kita inginkan

Bahkan, ketika pikiran dikuasai rasa cemas, Pudicombe menyarankan agar kita membiarkan otak bekerja untuk memikirkannya.

Ketika duduk dengan pikiran-pikiran kita —tanpa harapan, tujuan, atau fokus selama beberapa menit, kita memberi pikiran ruang ekstra yang dibutuhkan untuk membantu melonggarkannya.

Baca juga: Pencinta Hewan Lebih Sehat Fisik dan Mental

6. Memikirkan orang tercinta

Ini memang terdengar aneh. Tapi, manfaatnya sangat besar.

Pikirkan orang yang kita cintai, dan bayangkan diri kita mengambil kecemasan dan ketidaknyamanan yang mereka rasakan dalam setiap tarikan napas.

Saat mengembuskan napas, pikirkan tentang semua kualitas baik mereka dan saat-saat hebat yang kita miliki bersamanya.

Ini seperti kita membuang hal buruk saat menghembuskan napas dan menghirup hal baik saat menarik napas.

"Latihan menempatkan kebahagiaan orang lain di hadapan kita disebut 'keterampilan belas kasih'," kata Puddicombe.

Menurut dia, salah satu cara paling efektif untuk melepaskan emosi yang kuat seperti kecemasan adalah fokus pada orang lain.

Baca juga: Yakin yang Kamu Rasa Itu Cinta? Yuk, Bedakan antara Cinta dan Nafsu

7. Berbicara pada diri sendiri

Tanyakan kepada diri kita, "apa yang paling kita hargai dalam hidup".

Setelah kita mendapatkan sesuatu atau hal dalam pikiran, bentuk rasa syukur selama 30 detik.

"Menanyakan hal ini pada diri sendiri akan menyediakan ruang untuk pikiran dan mendorong ruang penghargaan serta rasa bebas dari emosi yang luar biasa," kata Puddicombe.

Baca juga: 8 Manfaat Meditasi untuk Kesehatan Mental dan Fisik


Terkini Lainnya


Close Ads X