Gangguan Tidur Penyebab Tubuh Lelah Sepanjang Hari

Kompas.com - 09/01/2019, 11:29 WIB
IlustrasiShutterstock Ilustrasi

KOMPAS.com - Kelelahan atau kepala pusing karena merasa kurang tidur bisa mengganggu aktivitas harian terlebih saat tumpukan pekerjaan banyak yang belum diselesaikan.

Banyak orang yang mengeluh lelah meski sebenarnya sudah tidur cukup, melakukan meditasi, bahkan membeli selimut yang nyaman agar mudah tertidur.

Tak hanya kelelahan, banyak pula yang bangun pagi dengan keadaan tenggorokan kering dan merasa seperti baru saja bangun setelah mabuk.

Jika kamu mengalaminya, mungkin kamu tidak mendapatkan tidur yang nyenyak seperti yang selama ini diduga.

Penyebab gangguan tidur yang jarang disadari adalah obstructive sleep apnea. Gangguan tidur tersebut membuat aliran udara yang masuk ke tubuh terhenti atau terhalang selama kita tidur. Kondisi tersebut bisa membuat kita sering terbangun.

Pakar kesehatan tidur Sujay Kansagra, MD menjelaskan, ketika kita tidur otot-otot tubuh rileks, termasuk otot-otot yang terlewati aliran udara. Relaksasi tersebut membuat jalur udara lebih sempit.

"Ketika jalur udara sangat sempit, pergerakan udara bisa menimbulkan getaran yang menimbulkan dengkuran. Namun, ketika jalur udara yang sangat sempit itu terhalang, nafas bisa terganggu dan menyebabkan otak membangunkan kita," jelasnya.

Baca juga: 7 Langkah Lenyapkan Kebiasaan Mendengkur

Sementara itu, pendiri dan direktur medis Clayton Sleep Institute Joseph Ojile, menjelaskan gejala sleep apnea paling umum, di antaranya:

- Sering terbangun di malam hari.

- mendengkur keras ketika tidur.

- Megap-megap ketika tidur.

- Mengantuk berlebihan di siang hari.

- Merasa mudah marah sepanjang hari.

- Mulut kering ketika bangun tidur.

- Sakit kepala pagi hari.

Odije menambahkan bahwa beberapa faktor bisa meningkatkan risiko sleep apnea, seperti kelebihan berat badan, lingkar leher yang terlalu besar, konsumsi alkohol, konsumsi obat penenang, merokok, hingga sering hidung mampet.

Baca juga: Posisi Tidur Menentukan Kualitasnya

Secara umum, penuaan juga bisa menjadi faktor karena jaringan tenggorokan mulai melonggar.

Sleep apnea juga bisa terjadi karena adanya kondisi atau penyakit yang lebih serius. Seperti hipertensi, obesitas, diabetes, gagal jantung, fibrilasi atrial, dan stroke.

Artinya, sleep apnea bukanlah sesuatu yang bisa dianggap enteng.

Jika kamu merasa mengalami sleep apnea, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Para dokter bisa memberikan saran untuk memperbaiki tidur dan membuatmu menjalankan rencana pengobatan. Termasuk jika kamu memerlukan penggunaan mesin positive airway pressure (CPAP) secara rutin.



Close Ads X