Tanpa MSG, Makanan Tetap Gurih dan Sehat dengan Saripati Jamur - Kompas.com

Tanpa MSG, Makanan Tetap Gurih dan Sehat dengan Saripati Jamur

Kompas.com - 21/01/2019, 20:59 WIB
Suasana Sambara Resto. Pengunjung bisa melihat proses penyajian makanan di resto KOMPAS.com/RENI SUSANTI Suasana Sambara Resto. Pengunjung bisa melihat proses penyajian makanan di resto

KOMPAS.com - Menu makanan sehat, saat ini menjadi bidikan banyak orang. Tak heran jika beberapa resto mulai menggarap makanan sehat dengan serius.

Salah satu restoran yang mengusung makanan sehat adalah Sambara resto. Mereka tidak menggunakan penyedap rasa atau MSG untuk seluruh menu masakan.

“Kami tidak menggunakan penyedap rasa pabrikan,” ujar Corporate Executive Chef Sambara Resto, Dandi Sumaryandi kepada Kompas.com di Bandung, belum lama ini.

Meski tidak menggunakan penyedap rasa, masakan yang dihasilkan tetap gurih. Itu karena Sambara menggunakan saripati jamur.

“Saripati jamur ini untuk mengganti penyedap rasa yang kita kenal di pasaran,” ucapnya.

Saripati jamur tersebut didapatkan dari supplier khusus yang sudah mengantongi sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Baca juga: Mencicipi Menu-nya Presiden Jokowi di Sambara Resto...

“Rasanya bisa menggantikan penyedap rasa pada umumnya,” ungkap Dandi.

Selain itu, Danti pun menjamin penggunaan bahan baku yang segar. Baik itu sumber protein seperti ayam, daging sapi, dan ikan, ataupun sayur-sayuran.

“Kami sangat selektif memilih bahan makanan. Ada training untuk para pegawai untuk memilih bahan baku yang bagus,” imbuhnya.

Misalnya untuk ikan, meski tidak selalu mendapat yang masih hidup, pekerjanya sudah dibekali ilmu memilih ikan yang segar.

Misalnya mata ikan masih bening, memiliki bau yang khas. “Kalau bau amisnya kuat, itu artinya sudah lama,” tutur dia.

Makanan favorit di Sambara, kata Dandi, adalah daging ayam dan daging sapi. Ikan kurang menjadi pilihan pengunjung.

“Menu baru keluar tiga bulan sekali, lalu dievaluasi. Menu yang sedikit peminat akan diganti dengan yang baru."

Baca juga: Makanan Sehat Diprediksi Jadi Tren Kuliner Tahun 2019

"Tapi menu yang kurang laku tersebut nantinya akan dikeluarkan kembali,” kata dia.

Keunggulan lain dari restoran ini adalah penggunaan rempah. Sambara memiliki rasa rempah yang kuat pada masakannya.

Itulah mengapa Sambara melabeli Indonesia food, kata Dandi.

“Meski mengembangkan makanan Nusantara, kami tetap mempertahankan masakan khas Sunda,” ucap dia.

Hal itu terlihat dari namanya. Sambara berasal dari kata bahasa Sunda yang berarti bumbu.

Sejak masuk ke restoran tersebut, pengunjung akan langsung merasakan nuansa Sunda.

Baca juga: 10 Makanan Sehat yang Bikin Berat Badan Naik

Misalnya, interior berupa lukisan di sepanjang dinding resto, melukiskan permainan tradisional anak-anak Sunda di masa lampau. Mulai dari egrang, main kelereng, dan lainnya.

“Kalau anak-anak generasi 1990-an, pasti kenal dengan permainan tersebut,” imbuh Dandi.

Pengelola resto seolah tak hanya ingin menyajikan makanan khas Nusantara, tapi juga pengunjung bernostalgia ke masa kecilnya dahulu.



Close Ads X