Tak Perlu Jeda 2 Jam antara Makan Malam dan Waktu Tidur

Kompas.com - 24/01/2019, 12:00 WIB
ilustrasi makan ikanshutterstock ilustrasi makan ikan

KOMPAS.com — Membuat jarak antara makan malam dan waktu tidur ternyata tak memberi manfaat apa pun untuk kesehatan.

Selama ini ada kepercayaan makan malam sesaat sebelum tidur berdampak buruk bagi kesehatan, seperti kegemukan dan peningkatan risiko kanker.

Tim peneliti dari Okayama University, Jepang, membuktikan sebaliknya. Disimpulkan bahwa jeda waktu antara makan malam dan tidur mungkin tak berpengaruh pada kadar glukosa darah.

Di Jepang, demi kesehatan masyarakat disarankan untuk makan malam 2 jam sebelum tidur, setidaknya tiga kali seminggu.

Namun, penelitian tersebut menyimpulkan jeda antara makan malam dan tidur, pengaruhnya sangat kecil pada kadar HbA1c (kadar gula darah dalam kurun waktu tertentu).

Faktor gaya hidup dan status kesehatan seperti tekanan darah, aktivitas fisik dan minum berlebihan justru memiliki dampak yang lebih signifikan pada kadar glukosa darah.

Riset ini memang hanya bersifat observasional. Namun, periset percaya temuan ini dapat mendorong orang agar memiliki gaya hidup sehat daripada sekadar fokus pada jeda waktu makan malam dan waktu tidur.

Riset yang diterbitkan dalam jurnal BMJ Nutrition Prevention and Health ini dilakukan dengan menganalisis data antara 2012 dan 2014.

Data terdiri dari 1.573 orang dari Okayama berusia sekitar 65 tahun dan tidak menderita diabetes.

Baca juga: Sering Kelaparan Bisa Menggagalkan Usaha Diet



Terkini Lainnya


Close Ads X