Rutin Olahraga Bisa Turunkan Risiko Demensia, Apa Sebabnya?

Kompas.com - 25/03/2019, 17:59 WIB
Ilustrasi olahraga pernafasan sjenner13Ilustrasi olahraga pernafasan
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Risiko demensia dan alzheimer kebanyakan muncul pada usia pensiun. Pada usia tersebut, risiko perkembangan penyakit itu meningkat hingga dua kali lipatnya setiap lima tahun. Namun, bukan berarti penyakit ini tak bisa dihindari.

Menurut sebuah studi neurologi, kebiasaan yang kita bangun sebelum usia 60 tahun bisa membawa dampak besar.

Dalam studi itu diketahui bahwa menjaga tubuh tetap aktif secara fisik dan mental di usia pertengahan dikaitkan dengan penurunan risiko perkembangan demensia di kemudian hari.

Pada studi, para peneliti mengikuti 800 wanita Swedia selama 44 tahun. Mulai dari mereka berusia sekitar 47 tahun.

Para peneliti juga meminta kepada para wanita tersebut untuk melaporkan aktivitas mental dan fisik mereka.

Kategori aktivitasnya termasuk membaca dan menulis, kerja artistik, menyanyi, dan aktivitas manual, seperti menjahit dan berkebun.

Baca juga: Baru Mulai Olahraga Rutin Di Usia Dewasa, Apakah Terlambat?

Para peneliti membagi para wanita tersebut ke dalam dua kelompok, berdasarkan laporan mereka tentang berapa banyak olahraga yang mereka lakukan setiap minggunya.

Sebanyak 17 persen partisipan masuk ke kelompok tidak aktif, sementara sisanya masuk kelompok aktif. Mereka yang aktif secara rutin membangun kebiasaan yang konsisten untuk lari atau olahraga kompetitif lainnya.

Selama 44 tahun, 194 wanita mulai terserang demensia. Mereka yang memiliki aktivitas mental level tinggi berisiko 34 persen lebih rendah terkena demensia. Sedangkan mereka yang aktif secara fisik berisiko 52 persen lebih rendah.

Secara khusus, para peneliti menemukan bahwa aktivitas mental level tinggi mampu mereduksi risiko alzheimer. Namun, aktivitas fisik dianggap mampu menurunkan risiko demensia vaskular.

Penulis studi, Jenna Najar, M.D., dari University of Gothenburg Swedia menjelaskan bahwa mereka tidak terlalu yakin tentang olahraga apa yang bisa membantu meningkatkan kesehatan kognitif.

Meski begitu, mereka percaya olahraga membawa manfaat terhadap faktor risiko penyakit kardiovaskular dan stroke. Sebab, peningkatan aliran darah bisa membantu melawan pembentukan vaskular dari demensia.

Artinya, semakin dini kita mulai melakukan olahraga fisik dan mental, akan semakin baik kondisi kognitif kita di kemudian hari.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X