Mengenal Tipe Migrain dan Cara Mengatasinya

Kompas.com - 14/05/2019, 08:00 WIB
Ilustrasi sakit kepala kieferpixIlustrasi sakit kepala

KOMPAS.com - Ada beberapa kondisi kesehatan tertentu yang dapat berdampak buruk pada kualitas hidup. Migrain adalah salah satunya.

Kita tidak pernah tahu apa yang bisa memicu migrain dan bagaimana migrain bisa bertahan hingga sehari penuh.

Namun, ada banyak hal yang dapat kamu lakukan untuk mengelola kondisi tersebut.

Migrain adalah jenis sakit kepala yang parah, biasanya di satu sisi kepala.

Rasa sakitnya hebat dan berdenyut, sering disertai dengan gejala mual dan kelemahan lainnya.

Sakit kepala biasa jarang terjadi, dan cenderung hilang dengan mudah. Tetapi, migrain bisa terjadi berulang dan cenderung berlangsung lebih lama, bahkan berhari-hari.

Baca juga: Waspada, Gejala Migrain yang Tak Biasa Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius

Tidak seperti sakit kepala, migrain biasanya disebabkan oleh pemicu yang mudah diidentifikasi oleh orang yang menderitanya.

Serangan migrain juga memiliki pola tertentu, dan tidak acak seperti sakit kepala biasa.

Tipe migrain

Biasanya, rasa sakit yang disebabkan oleh migrain memiliki efek pada indera lainnya.

Seperti penglihatan kabur, aktivitas otot lemah atau bicara cadel. Ini dikenal sebagai aura.

Namun, ada juga beberapa orang yang mengalami migrain tanpa aura.

Migrain biasanya diklasifikasikan ke dalam tiga jenis berikut.

1. Migrain dengan aura

Migrain yang berdampak pada bicara dan penglihatan yang tidak jelas disebut migrain dengan aura.

Aura ini berfungsi sebagai tanda peringatan serangan migrain yang akan datang.

Beberapa gejala aura termasuk pikiran membingungkan, cahaya-cahaya aneh, garis zigzag di area visual, kesulitan berbicara, atau bau aneh yang muncul secara tiba-tiba. 

Indera penglihatan adalah indera yang sering terpengaruh pada orang yang menderita migrain dengan aura.

Penderitanya mungkin menjadi tidak bisa melihat hal-hal tertentu yang ada di hadapan. Orang-orang ini sering menggambarkan penglihatan mereka terganggu oleh cahaya-cahaya yang terang.

Baca juga: Lagi Tren, Foto di Medsos dengan Pose Migrain

2. Migrain tanpa aura

Jenis-jenis migrain ini biasanya tidak memiliki tanda-tanda peringatan sebelum mengalami serangan migrain.

Sebagian besar orang atau mencapai 70-80 persen, mengalami serangan migrain jenis ini.

3. Jenis lainnya

Bagi beberapa orang, migrain disebabkan oleh pemicu spesifik. Migrain haid adalah migrain yang terjadi tepat sebelum awal siklus menstruasi.

Migrain perut dipicu oleh aktivitas abnormal pada perut penderitanya. Ini paling sering terjadi pada anak di bawah 14 tahun.

Migrain kronis dapat bertahan hingga 15 hari berturut-turut.

Sementara migrain hemiplegia dapat menyebabkan kelemahan parah pada satu sisi tubuh.

Pengobatan untuk migrain

Migrain dapat dengan mudah didiagnosa dengan berbicara pada penyedia layanan kesehatan gejala yang dialami.

Mereka akan memeriksa riwayat kesehatan kita dan menanyakan tentang penyakit turunan (jika ada).

Selain itu, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan neurologis untuk menemukan pemicu serangan migrain yang kita alami.

Terkadang, pemeriksaan dilakukan melalui CT scan atau MRI.

Meskipun tidak ada pengobatan khusus untuk migrain, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk meringankan gejala migrain.

Hal yang paling penting adalah mengelola serangan migrain, mengidentifikasi pemicunya dan menjauhinya.

Setelah kita memahami penyebab serangan migrain yang dialami, kita perlu mengubah gaya hidup untuk menghindari pemicu tersebut.

Baca juga: Kadar Potasium yang Rendah Sebabkan Kram dan Migrain

Jika frekuensi serangan migrain yang dialami memiliki efek negatif pada kualitas hidup kita, dokter mungkin merekomendasikan beberapa obat penghilang rasa sakit untuk membantu mengatasi kondisi tersebut.

Beberapa obat bebas yang membantu meringankan gejala migrain adalah naproxen, ibuprofen, acetaminophen atau aspirin.

Obat-obatan ini dapat diminum ketika kita mulai merasakan gejala-gejala tersebut.

Semakin cepat obat tersebut dikonsumsi, efeknya akan semakin baik. Namun, ingatlah bahwa obat-obatan tersebut hanya bisa dikonsumsi dengan resep dokter.

Ketika serangan migrain berlangsung, berbaring di ruangan gelap jauh dari suara dan cahaya disebut menjadi cara terbaik untuk meringankan gejalanya.

Kita juga bisa mencoba meletakkan kompres dingin pada dahi sambil menjaga tubuh tetap terhidrasi hingga rasa sakitnya hilang.

Pencegahan serangan migrain

Serangan migrain dapat dengan mudah dicegah dengan memahami apa yang menyebabkannya.

Selain itu, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mencegah serangan migrain.

Baca juga: Jangan Salah, Sakit Kepala Bukan Ciri dari Hipertensi

Cobalah menggunakan strategi manajemen stres seperti latihan relaksasi jika merasakan kehidupan yang penuh stres.

Bagi perempuan, kamu bisa bicara dengan dokter tentang terapi hormon jika mengalami serangan migrain yang seringkali berada di sekitar waktu menstruasi.

Sementara penderita obesitas mungkin ingin menurunkan berat badan karena kelebihan berat badan juga diketahui sebagai penyebab serangan migrain.

Di samping itu, suplemen tertentu seperti Vitamin B2 dan magnesium dikenal mampu mengurangi serangan migrain.

Terakhir, ingatlah bahwa perubahan pola makan juga dapat membantu meringankan gejala migrain.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Boldsky
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X