Kompas.com - 04/07/2019, 14:45 WIB
Valerie dan Veronika Krasnasari, Human Capital Director The Body Shop Mira F. Soetjipto, Direktur Eksekutif Gerakan Diet Kantong Plastik Tiza Mafira, Praktisi pendidikan Dila Hadju, serta Musisi Rayi Putra seusai talkshow Envirochallenge di gerai The Body Shop Senayan City, Jakarta Pusat, Rabu (3/7/2019). KOMPAS.com/Nabilla TashandraValerie dan Veronika Krasnasari, Human Capital Director The Body Shop Mira F. Soetjipto, Direktur Eksekutif Gerakan Diet Kantong Plastik Tiza Mafira, Praktisi pendidikan Dila Hadju, serta Musisi Rayi Putra seusai talkshow Envirochallenge di gerai The Body Shop Senayan City, Jakarta Pusat, Rabu (3/7/2019).
|
Editor Wisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com - Gaya hidup ramah lingkungan sudah diterapkan oleh sebagian orang. Beberapa caranya adalah membawa kantong belanja sendiri, peralatan makan, dan secara luas berupaya mengurangi sampah plastik.

Namun, bagi orang-orang yang belum menerapkannya, langkah ini seringkali dianggap sulit dan ribet.

Padahal, menjalani gaya hidup ramah lingkungan bisa dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil, loh.

Salah satunya, dengan membawa kantong belanja sendiri sehingga kita tidak menghasilkan sampah kantong plastik. Terutama bagi perempuan yang kerap berbelanja tanpa rencana.

"Perempuan cenderung membawa tas yang ukurannya lumayan besar ketika pergi, jika dibandingkan dengan laki-laki. Enggak ada alasan untuk tidak membawa tas belanja sendiri yang bisa dilipat kecil."

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Gerakan Diet Kantong Plastik, Tiza Mafira saat ditemui pada acara talkshow Envirochallenge di gerai The Body Shop Senayan City, Jakarta Pusat, Rabu (3/7/2019).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain kantong belanja sendiri, peralatan makan ramah lingkungan juga kini sudah banyak tersedia. Seperti sedotan stainless atau bambu, hingga membawa tempat minum sendiri.

"Bawa tumblr agar bisa minum setiap saat tanpa harus beli air minum kemasan. Itu minimal," tuturnya.

Cara lainnya adalah, bagi perempuan, mengurangi atau menghentikan penggunaan pembalut sekali pakai.

Saat ini, tersedia beberapa alternatif pembalut sekali pakai. Bagi yang rajin mencuci, pembalut kain bisa menjadi alternatif. Sementara bagi perempuan yang malas mencuci atau butuh alternatif pembalut yang lebih praktis bisa menggunakan menstrual cup.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.