Kompas.com - 16/07/2019, 16:11 WIB
Ilustrasi anak memakai deodoran shutterstockIlustrasi anak memakai deodoran
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Keringat berlebih menjadi salah satu masalah umum yang dialami tidak hanya oleh perempuan tetapi juga laki-laki. Deodoran seringkali menjadi produk wajib sejumlah orang untuk mencegah bau karena keringat berlebih.

Berkeringat tak hanya dialami oleh orang dewasa, melainkan juga oleh anak-anak. Dr. Melyawati Hermawan, SpKK menjelaskan, anak-anak yang mulai memasuki usia pubertas akan mulai mengalami ketidakseimbangan hormon serta peningkaran produksi kelenjar keringat.

Itulah mengapa banyak anak-anak di usia pubertas mulai mengalami bau badan tak sedap.

"Pada saat dibutuhkan boleh saja (deodoran) dipakai," kata Melyawati saat ditemui di kawasan Menteng, beberapa waktu lalu.

Beberapa anak mulai menggunakan deodoran pada usia di bawah 10 tahun. Namun, bukan berarti anak yang sudah mencapai usia tersebut disarankan untuk menggunakan deodoran.

Menurut Mely, tidak ada usia minimal untuk menggunakan deodoran sebab hal ini bergantung pada kebutuhan anak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Misalnya, jika anak tersebut sudah merasa tak nyaman dengan keringatnya dan berpengaruh pada kepercayaan diri dan kehidupan sosialnya, maka perlu dipertimbangkan untuk menggunakan deodoran.

Namun, jika masalah keringat bisa terselesaikan hanya dengan rajin mandi, maka mungkin anak tersebut belum membutuhkan deodoran.

"Kalau sampai mengganggu kehidupan sosialnya, itu perlu dipertimbangkan. Misalnya dia jadi tidak mau bergaul dengan anak lain karena keringetan dan bau lalu dimusuhi," kata dia.

Baca juga: Benarkah Deodoran dapat Membuat Ketiak Hitam?

Ketika anak memang memiliki keringat berlebih, orangtua harus ingat untuk mengajarkan agar anak tak memakai deodoran dalam kondisi ketiak basah sebab akan memicu iritasi.

Deodoran paling dianjurkan digunakan pada malam hari, ketika kulit sudah dalam keadaan bersih dan aktivitas setiap orang cenderung tidak banyak.

Sebab, deodoran sebetulnya menargetkan kelenjar minyak, bukan kulit ketiak. Sehingga ketika keringat minim, deodoran akan lebih mudah masuk dan bekerja dengan sempurna di tempat targetnya.

"Harus dalam kondisi ketiak kering karena kalau basah malah memicu substansi yang membuat iritasi. Kering, jangan lembap," ujar Mely.

Baca juga: Bukan Setelah Mandi, Deodoran Paling Efektif Digunakan Malam Hari

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.