Kompas.com - 03/08/2019, 12:30 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Peringatan World Breastfeeding Week atau Pekan Menyusui Sedunia menjadi peringatan tahunan pada 1-7 Agustus.

Peringatan ini menjadi sarana mengampanyekan pentingnya peran orangtua dalam pertumbuhan dan perkembangan anak.

Ketua Umum Asosiasi Ibu Menyusui (AIMI) Nia Umar mengatakan, AIMI menggaungkan pentingnya keberadaan ruang menyusui atau laktasi di perusahaan.

Namun, lanjut Nia, belum banyak perusahaan maupun ruang publik yang menyediakan fasilitas ini.

Nia menyebutkan, bagi mereka yang merasa belum mendapatkan hak seperti ruang laktasi dapat menghubungi AIMI melalui lapor@aimi-asi.org.

Baca juga: Pekan Menyusui Sedunia: Ini yang Harus Diketahui jika Ingin Bikin Ruang Laktasi di Kantor

"Lapor ke AIMI dan akan kami bantu dan jangan takut menyuarakan hak sebagai karyawati yang diatur dalam UU," ujar Nia menjawab Kompas.com, Jumat (2/8/2019).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah itu, AIMI akan menindaklanjuti laporan tersebut dan menawarkan pendampingan khusus.

Selain itu, AIMI juga dapat membantu dengan memberikan proposal pengadaan ruang laktasi di perusahaan.

Untuk mengajukan proposal tersebut, Nia menganjurkan agar seluruh unsur karyawan dapat bersatu menyuarakan hal ini.

Akan tetapi, jika ada halangan, AIMI dapat membantu melakukan negosiasi dengan perusahaan.

Baca juga: Konsultasi Laktasi, Persiapan Penting Sebelum Melahirkan

Meski demikian, Nia menggarisbawahi, dukungan advokasi dapat diberikan dengan lancar, jika karyawan yang bersangkutan bersedia untuk melapor.

"Kalau pihak yang melapor mau dibantu untuk negosiasi dengan perusahaan, divisi advokasi kami bisa bantu," kata Nia.

Ruang menyusui yang ada di Terminal Terpadu Pulogebang di Jakarta Timur, Kamis (22/6/2017).KOMPAS.COM/Anggita Muslimah Ruang menyusui yang ada di Terminal Terpadu Pulogebang di Jakarta Timur, Kamis (22/6/2017).
Legalisasi ruang laktasi

Nia mengatakan, setiap ibu bekerja berhak untuk menyusui anaknya dan didukung oleh beberapa dasar hukum.

Dalam ranah internasional, hak ibu menyusui tertuang dalam Convention on the Rights of the Child atau Konvensi Hak Anak.

Aturan ini kemudian diratifikasi dengan keluarnya Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 1990 tentang Pengesahan Convention on the Rights of the Child (Konvensi tentang Hak-Hak Anak).

Selain itu, International Labour Organization (ILO) juga mengatur hak-hak ibu dan anak lewat Maternity Protection Convention, 2000 (No 183).

Baca juga: Perusahaan di Jabar Wajib Sediakan Ruang Laktasi dan Penitipan Anak

Di Indonesia, aturan ini didukung oleh Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 27 ayat 2 dan Pasal 28B ayat 2.

Secara khusus, aturan mengenai ibu menyusui dan hak-hak anak tertuang dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan pasal 83, UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Pasal 22, dan UU Nomor 49 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia Pasal 49 ayat 2 serta Peraturan Pemerintah No. 33 tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif.

Selain itu, aturan mengenai hal ini juga terdapat di Peraturan Bersama Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Menteri Kesehatan No 48/MEN.PP/XII/2008, PER.27/MEN/XII/2008 dan 1177/MENKES/PB/XII/2008 tahun 2008 tentang Peningkatan Pemberian Air Susu Ibu Selama Waktu Kerja di Tempat Kerja tepatnya di Pasal 2.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.