Ketika Musik Keroncong Memikat Ratusan Warga Washington DC

Kompas.com - 07/10/2019, 06:50 WIB
Pertunjukan maestro Keroncong Indonesia dan AS ini adalah kolaborasi antara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington, D.C. dan Galeri Freer & Sackler, Smithsonian. DOKUMENTASI KBRI WASHINGTON DCPertunjukan maestro Keroncong Indonesia dan AS ini adalah kolaborasi antara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington, D.C. dan Galeri Freer & Sackler, Smithsonian.

KOMPAS.com - Musik keroncong terasa mampu menghipnotis ratusan hadirin yang memadati galeri Freer & Sackler di lembaga Smithsonian, Washington, D.C, Amerika Serikat, Minggu malam (5/10/2019).

Pergelaran keroncong ini membuka rangkaian acara " Performing Indonesia", yang akan berlangsung hingga pertengahan tahun 2020.

Pertunjukan maestro Keroncong Indonesia dan AS ini adalah kolaborasi antara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington, D.C. dan Galeri Freer & Sackler, Smithsonian.

Acara yang dilaksanakan dalam rangka memperingati perayaan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-AS itu menghadirkan para maestro keroncong Indonesia.

Baca juga: Musik Metal dan Dampaknya Bagi Kesehatan, Baik atau Buruk?

Ada Endah Laras dan Danis Sugiyanto, serta grup Keroncong Rumput asal University of Richmond, Virginia, AS, pimpinan Profesor Andy McGraw.

Uniknya, seluruh personel grup Keroncong Rumput adalah warga negara AS.

Dalam konser ini, penonton disapa dengan langgam terkenal Bengawan Solo.

Lagu-lagu lainnya antara lain Keroncong Moritsko, Jali-jali, Keroncong Kemayoran, Ayo Ngguyu, Gado-Gado, dan Yen Ing Tawang Ana Lintang.

Lalu ada Walang Kekek, hingga Jangkrik Genggong yang dibawakan dengan aransemen Keroncong yang apik.

Seluruh lagi seperti mampu menghipnotis penonton di Auditorium Meyer.

Pertunjukan maestro Keroncong Indonesia dan AS ini adalah kolaborasi antara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington, D.C. dan Galeri Freer & Sackler, Smithsonian.DOKUMENTASI KBRI WASHINGTON DC Pertunjukan maestro Keroncong Indonesia dan AS ini adalah kolaborasi antara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington, D.C. dan Galeri Freer & Sackler, Smithsonian.

Buktinya, meskipun lagu-lagu yang dibawakan berlirik bahasa Indonesia dan bahasa daerah, terutama Jawa, namun tidak menyurutkan minat ratusan hadirin untuk ikut bernyanyi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X