Merapat di Jakarta, Rumah Sakit Apung Nusa Waluya Dibuka untuk Tur

Kompas.com - 03/11/2019, 11:13 WIB
Suasana pelayanan kesehatan di rumah sakit apung Nusa Waluya II. Dok DoctorShareSuasana pelayanan kesehatan di rumah sakit apung Nusa Waluya II.

KOMPAS.com – Rumah sakit apung Nusa Waluya II, sebuah rumah sakit yang berdiri di atas tongkang merupakan salah satu rumah sakit yang menjangkau pelosok daerah di Indonesia, kini merapat di Jakarta dan dibuka untuk tur bagi masyarakat.

Rumah sakit apung (RSA) Nusa Waluya II ini merupakan layanan terbaru doctorShare (Dokter Peduli). Pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit ini setara dengan rumah sakit tipe C di darat dan memiliki jangka waktu pelayanan yang lebih lama di wilayah kepulauan.

Menginjak usia sepuluh tahun, doctorSHARE memberi kesempatan kepada masyarakat untuk melihat langsung berbagai fasilitas di RSA Nusa Waluya II dalam Hospital Barge Tour.

Masyarakat akan diajak berkeliling dan merasakan bagaimana melayani masyarakat di RSA. Hospital Barge Tour bertempat di Baywalk Mall @ Green Bay Pluit dan dibuka untuk umum pada 23 November – 1 Desember 2019.

Masyarakat yang berminat mengikuti acara ini bisa registrasi melalui link https://ds2019hospitaltour.eventbrite.com.

Sebelum berlayar ke Jakarta, RSA Nusa Waluya II berlabuh di Pelabuhan Pantoloan, Kota Palu pada 16 November 2018 hingga 15 Februari 2019. Tim relawan bersama RSA Nusa Waluya II membantu pemulihan pasca-bencana yang melanda Sulawesi Tengah.

Rusaknya sejumlah fasilitas kesehatan akibat bencana membuat masyarakat kesulitan saat membutuhkan layanan kesehatan.

“Selama di Palu, kami memberikan layanan pengobatan umum, bedah mayor, bedah minor, poli gigi, poli kandungan, trauma healing, dan pemberdayaan tenaga kesehatan lokal dengan total pasien mencapai 9.938 jiwa,” ujar Koordinator RSA Nusa Waluya II, dr. Stephanie dalam siaran pers.

Baca juga: Kapal Rumah Sakit Apung Dr Lie Dihantam Badai, Tim Medis Selamat

Yayasan Dokter Peduli didirikan oleh dr. Lie Dharmawan. Sejak awal, yayasan ini memang fokus memberikan pelayanan di bidang kesehatan secara gratis bagi masyarakat di wilayah terpencil Indonesia.

Pelayanan medis yang dilakukan doctorSHARE dengan sistem “jemput bola” yakni tim medis datang langsung ke lokasi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.

Selama perjalanan 10 tahun sejak berdiri pada 19 November 2009, doctorSHARE telah melakukan 3.291 operasi mayor, 5.538 operasi minor, 2.464 perawatan gigi, 58.859 pelayanan rawat jalan dan konsultasi, penyuluhan kesehatan kepada 11.856 warga, serta 2.227 USG pemeriksaan kandungan.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X