Kompas.com - 29/11/2019, 19:04 WIB

KOMPAS.com – Bak menjual kacang goreng, itulah kalimat yang bisa menggambarkan larisnya sepatu brand lokal Ittaherl.

Setiap meluncurkan produk terbaru via Instagram dan situs web, sepatu tersebut langsung ludes terjual dalam hitungan jam.

Bahkan ada beberapa jenis sepatu yang habis dalam hitungan menit. Padahal sepatu yang dijual mencapai ribuan pasang.

Harganya pun tak bisa disebut murah, yakni mulai Rp 399.000 hingga Rp 1 jutaan.

Namun, kaum hawa tetap memburu Ittaherl. Banyak di antara mereka yang gagal berburu di internet, dan akhirnya membeli dari tangan kedua dengan harga yang lebih tinggi.

Baca juga: Sagara, Melawan Bot “Asing” di Pasar Dunia dengan Nama Lokal...

Seperti Santi. Kepada Kompas.com, perempuan ini menceritakan betapa susahnya mendapatkan sepatu Ittaherl yang dikenakannya di acara Bazaar Poppins, belum lama ini.

“Aku dah masuk web nya dan berjuang keras dapetin sepatu ini. Walau yang dijual ribuan, tapi aku gagal dapetin,” ujar dia.

Akhirnya Santi membeli sepatu tersebut dari orang lain dengan harga dua kali lipat. Untuk harga normalnya, berada di kisaran Rp 600.000.

Konsumen lain, Lora Rebecca mengatakan hal serupa. Makin hari, peminat Ittaherl semakin banyak.

Hal itu membuat persaingan mendapatkan Ittaherl semakin sulit. Namun ia memiliki trik agar mendapatkan sepatu yang diincar.

“Biasanya kan di-launching malam jam delapanan. Jadi saya masuk ke web satu jam sebelum launching untuk persiapan dan berburu,” imbuh dia.

Selain mengantre di jejaring dunia maya, sepatu ini pernah diluncurkan dalam sebuah acara beberapa tahun lalu.

Alhasil, para perempuan tersebut rela antre dari pagi untuk mendapatkan sepatu di siang hari.

Bahkan, mereka beradu harga dalam lelang Poppins untuk mendapatkan sepatu yang akan segera keluar.

Baca juga: Bermodal Rp 200.000, Indra Bawa Sepatu Koku Tembus Pasar Dunia

Akhirnya, sepatu tersebut terlelang Rp 3,3 juta dalam waktu super cepat.

Uniknya, saat lelang, sepatu tersebut tidak ditampilkan karena masih dalam proses produksi. Penggemar pun belum tahu jenis sepatu yang dilelang.

Nyaman dipakai

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by ittaherl (@ittaherl) on Nov 28, 2019 at 4:55am PST

 

Santi dan Lora menceritakan alasan mereka dan para perempuan lainnya tergila-gila pada sepatu Ittaherl.

“Nyaman banget di kaki,” ungkap Santi.

Selama ini, Santi kerepotan ketika memilih sepatu. Kakinya kerap lecet ketika mengenakan sepatu. Namun saat mengenakan Ittaherl kakinya tak lecet.

Lora mengatakan hal yang sama. Sepatu Ittaherl nyaman digunakan jalan ke mana pun. Apalagi desain sepatunya cantik, menambah rasa percaya diri saat mengenakannya.

“Aku orangnya seneng jalan. Sepatu ini mau kamu pakai jalan seharian pun, tetap nyaman,” tutur dia.

Cantik nan elegan

Salah satu kelebihan dari sepatu Ittherl adalah desainnya yang cantik nan elegan. Misalnya sepatu teranyar Ittherl seri Calea dan Twily.

Kedua seri ini menonjolkan motif yang sangat perempuan. Mulai dari perpaduan warna, material yang digunakan, motif, dan desainnya.

Baca juga: Kisah Sukses Paradise, Kaus Pride Indonesia yang Tembus Pasar Dunia

Misal desain pita sebagai pemanis di dua bagian kaki terlihat cantik dengan perpaduan warna yang colorful.

Perpaduan tersebut terlihat indah dengan desain sepatu yang ramping dan membuat kaki lebih jenjang saat digunakan.

Di lihat dari akun Instagram-nya, Ittaherl memiliki ciri khas yang kuat, baik untuk flat shoes maupun high heels-nya.

Warna yang ditawarkan pun beragam, dari warna-warna nude hingga yang colorful.

Anita Lundy, pemilik brand sepatu lokal, Ittaherl.KOMPAS.com/RENI SUSANTI Anita Lundy, pemilik brand sepatu lokal, Ittaherl.

Sang pemilik Ittaherl, Anita Lundy mengatakan, konsep dari desainnya adalah wanita itu cantik. Jadi, sepatu ini akan membantu menonjolkan kepercayaan diri si wanita tersebut.

“Wanita itu harus percaya diri. Meski memiliki banyak keterbatasan, jangan membatasi diri,” tutur Anita kepada Kompas.com.

Seperti dirinya yang selalu membebaskan pikirannya ketika mendesain sepatu. Ia tidak memaksakan diri harus menciptakan berapa artikel dalam sebulan.

Ia membebaskan pikirannya, sehingga ada kalanya dalam sehari ia bisa melahirkan banyak ide sepatu. Ada kalanya tidak satu pun.

Saat menemukan ide, Anita akan menggambarnya kemudian diberikan kepada perajin yang saat ini jumlahnya hampir 100 orang.

“Sepatu ini dijual online di IG, web, sama Tokped. Kalau dibilang limited edition nggak juga. Karena setiap desain sepatu yang di-launching jumlahnya ribuan,” tutur dia.

Untuk material yang digunakan, ia memakai campuran bahan dalam negeri dan impor. Salah satunya dari Taiwan dan Korea Selatan.

“Kalau jumlah desain, lupa berapa, karena dah banyak banget,” imbuh Anita seraya mengatakan ia berhasil menjual ribuan pasang sepatu setiap bulan.

Baca juga: Bermodal Passion, Yaya Bawa Jins Lokal OldBlue Co ke Pasar Dunia...

Saat ini pasar sepatu Anita didominasi dalam negeri dan orang Indonesia yang bekerja di luar negeri.

Biasanya mereka membeli sepatu menggunakan alamat saudaranya di Indonesia. Setelah terkumpul berapa pasang, mereka akan ambil atau kirim sendiri ke luar negeri.

Anita sebenarnya tertarik dengan pasar ekspor. Namun, saat ini belum dilakukan karena masih kerepotan memenuhi permintaan pasar dalam negeri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.