Hapus Tato Permanen dengan Terapi Sinar Laser

Kompas.com - 05/12/2019, 08:32 WIB
Pengunjung menunjukkan tato Karya seniman tato, I Putu Eka Mardiyasa saat acara live tattooing dan custom art painting bertajuk Ke Jakarta Vol. 2 di Ruang Selatan, Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (6/7/2019). KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPengunjung menunjukkan tato Karya seniman tato, I Putu Eka Mardiyasa saat acara live tattooing dan custom art painting bertajuk Ke Jakarta Vol. 2 di Ruang Selatan, Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (6/7/2019).

KOMPAS.com – Meski dinamakan tato permanen, namun sebenarnya tato yang terlanjur digambar di kulit kita sebenarnya bisa dihapuskan. Salah satu cara yang aman dan efektif adalah terapi sinar laser yang dikerjakan oleh dokter yang kompeten.

Ada banyak alasan mengapa orang yang sudah membuat tato permanen memutuskan untuk menghapusnya, mulai dari merasa tidak sesuai lagi dengan gaya hidupnya atau hasil tato yang tidak sesuai harapan.

Aktor dan rapper Boy William termasuk orang yang menyesal dengan tatonya. Pria yang membuat tato pertamanya di usia 16 tahun ini merasa tato yang dibuatnya itu gagal. Ia mencoba memperbaiki dengan menumpuk atau memodifikasi tato itu hingga tiga kali.

“Perbaikan ketiga dilakukan di Amerika Serikat, karena kalau di Indonesia takut gagal lagi. Tapi, tetap saja hasilnya kurang memuaskan,” ujarnya.

Walau banyak pria yang menyesal dengan tato pada tubuh mereka, ternyata hanya sedikit yang mau menghilangkan tato mereka.

Kebanyakan dari mereka tidak menghapus tato gagalnya karena berpikir proses penghapusan tato lebih menyakitkan, rumit atau bahkan terdengar mustahil.

Menurut dr.Teuku Adiftrian, Sp.BP atau lebih dikenal dengan dr. Tompi, sebenarnya proses menghilangkan tato tidak rumit. Ia mengatakan, saat ini sudah banyak mesin laser generasi baru yang efektif menyamarkan, bahkan menghilangkan tato.

“Saat ini di Men/O/Logy by ZAP sudah ada terapi laser yang efektif dengan angka keberhasilan sampai 90 persen. Selama 2019 saja kami sudah melakukan penghilangan tato sebanyak 91 kali,” katanya.

Baca juga: Chili Tatto, Studio Tato Bambu Khas Budaya Mentawai...

Ditambahkan oleh dr.Endi Novianto Sp,KK(K), perawatan laser untuk menghilangkan tato ini lebih aman dibanding metode lainnya.

“Rasa sakitnya juga bisa diminimalkan. Kurang lebih sama seperti saat pembuatan tato,” kata Endi.

Ia menjelaskan, proses menghilangkan tato dilakukan dengan laser yang menembak langsung tinta permanen ke lapisan dalam kulit. Tinta akan terpecah dan diserap sistem imun tubuh. Lalu ‘pecahan’ tinta itu dikeluarkan melalui cairan urine atau feses.

Proses tersebut membutuhkan waktu sekitar 15-30 menit. Hilangnya tato bergantung pada ukuran tato, tingkat ketebalan, lamanya tato dan warna.

Tato dengan satu warna dan ukuran yang semakin kecil akan lebih mudah hilang. Sedangkan tato dengan kandungan warna yang lebih kompleks akan membutuhkan waktu lebih lama untuk hilang.

Proses menghapus tato tidak bisa hanya dilakukan satu sesi saja, dibutuhkan sekitar sepuluh sesi agar tato hilang secara maksimal, dengan jarak waktu tiap sesi sekitar sebulan.

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X